hey, you. it's been a year since i know you. not officially one year, but still, i've known you since last year. this year, suddenly 11th of February become a special day to me. it is your birthday. you, one of the amazing person i've ever known..
Jen, this year today, you turn 46. before this, i never believe a phrase "ages is just a number" but when it comes to your case, it is true. ages is truly just a number for you. in my eyes, you are still the same, as same as those Rachel who completely stole my heart. as same as before. as beautiful and shining as always.
Jen, in this post, i will not write anything but thanks, thanks to you. for everything you gave to me without even you realised. thanks, for the laugh you bring to me. for teaching me how important to be kind to everyone. how important to separate a smile all over the world. thanks for teaching me how independent a woman could be without a man.
thanks for teaching me how to be brave, even in the moment on your life when you feel so down and it feels like nobody is going to be there for you, but still, you have those faith that there is a person who actually care.
thank you, for everything, Jen. i'm just a brick on a wall, a star in the sky. nothing important to you. but you have no idea how important you are to me. you have no idea how you inspire me. in this post, let me send you a much much much love i know you will never ever feel, but at least it makes me feels good to know that you are happy, Jen. here i am, down in my knees, asking for your happiness, because you deserve to be. i really hope everything you trying on with Justin right now will soon become a thing, will soon you get.
i never think in my life there is a one person with beautiful blue eyes and blond hair that will stole my heart and make me love her with this much love. this is scaring me sometimes. it still scares me tho, how over 7 billion smiles, and yours still my favorite. you make me happy, because you exist in my world, and you make me sad because i don't in yours.
Happy Birthday, You. Jennifer Joanna Aniston. thanks for being born. thanks for being you. i love you, that much.
tak selalu tentang warna. karena hidup, lebih banyak mengajarkan kepadamu tentang hitam putih.
Selasa, 10 Februari 2015
Jumat, 30 Januari 2015
Calm Down, It's Only Thug Week, Not Thug Life. (Sponsored By RC Design)
Mau curhat dulu. Permisi. Minggu ini, beban seperti ga habis-habis. Hanya karena 1 pelajaran, Reinforced Concrete Design yang sungguhlah saya pun tidak tahu apa bahasa indonesia nya. Tapi inti pelajaran ini adalah tentang mendesain tiang, dinding, dan tangga. Semua elemen dalam 1 bangunan. Minggu ini, deadline project kami. Dan dari awal project ini sudah membuat saya naik darah karena entah mengapa teman-teman saya yang biasanya menolong banyak malah membuat repot sana sini. Kurang tidur, tidur pun ga nyenyak, cuma karena pelajaran ini.
Deadline projectnya sendiri hari kamis, dan minggu lalu guru saya tercinta ini baru memberitahu kalau saya harus ikut test susulan hari jumat. Ini karena sebenernya, pelajaran ini ada midterm test tanggal 19 desember 2014. Jam 8 malam. Dan saya flight balik ke Samarinda, jam 8 pagi di hari yang sama. Dengan luar biasa pedenya, saya meninggalkan saja testnya. Sampai Samarinda, saya cerita sama mama saya. Dan mungkin mama saya dulunya termasuk mahasiswa yang banyak akal, dia menyarankan pakai saja surat sakit dari rumah sakit dia (dia bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Samarinda). Sebenrnya, ga yakin sih dosen saya bakal nerima. Itu kan surat sakit rumah sakit dari Indonesia gituloh, ketahuan banget kan bohongnya. Mana dosen saya ini killer pulak. Eh gataunya, dia terima loh :))
Jadi beban saya tambah berat saja minggu ini, hanya karena pelajaran ini. Dan ya, hari kamis malam, setelah paginya kumpul project dia, malamnya ada kelas pengganti dari dia, dong :)) dan hari jumat, setelah saya pagi test private dengan dia, malamnya pun ada kelas pengganti (lagi).
Semua jadi serba kebut-kebutan gini, karena minggu depan dia sudah tidak ada di kampus. Sudah mulai cuti melahirkan, karena sekarang dia sedang hamil besar. Yah sudahlah yah kami semua murid dia ini menjadi korban terburu-burunya semua hal.
Tapi Puji Tuhan, project kami yang kami presentasikan hari kamis kemaren, sukses. Tentu saja beban belum berkurang untuk saya. Jumat pagi masih test, bok :) so kamis malam saya masih habis-habisan belajar untuk test jumat pagi.
Jumat pagi, begitu beliau menyerahkan soal test kepada saya, beliau berkata "hurry, cepat buat. finish as fast as you can. saya nak pergi melayat" dan saya bengong. Sebengong-bengongnya. Bukannya tidak bersimpati karena salah satu dosen saya ada yang meninggal dunia, tapi ini soal dengan kurun waktu 2 jam, dan saya harus menyelesaikannya secepat mungkin. Tapi Puji Tuhan (lagi) saya bisa aja sih jawab soalnya. Bisa aja dulu, masalah bener atau salahnya belakangan aja :))
Thug Life belum berakhir. Jumat malam, saat kelas pengganti, hujan deras luar biasa macam rindu para pejuang LDR yang sudah tahunan ga ketemu pasangannya. Petir menggelegar luar biasa, dan TASH. Lampu kelas kami, metong alias mati. Ya. Bagus. Anehnya hanya lampu kelasnya saja yang mati. AC dan lampu untuk LCD Projector tetep nyala. Sepertinya ada yang eror dari sistem listriknya, karena sebelum lampu mati, ada kilat dan petir besar. Tentu saja dosen saya tercinta tetap ngotot menyelesaikan materi hari ini karena ini memang hari terakhir beliau mengajar, karena minggu depan sudah cuti. So, kami belajar dalam gelap-gelapan macam anak dusun dari desa terpencil. Berikut terlampir foto.
But, after all, like i just said, this only thug week, not thug life. Akhirnya selesai sudah semua penderitaan lengkap dengan segala drama yang menghiasi minggu ini. Dan semua ini hanya disponsori oleh satu pelajaran. Reinforced Concrete Design.
Deadline projectnya sendiri hari kamis, dan minggu lalu guru saya tercinta ini baru memberitahu kalau saya harus ikut test susulan hari jumat. Ini karena sebenernya, pelajaran ini ada midterm test tanggal 19 desember 2014. Jam 8 malam. Dan saya flight balik ke Samarinda, jam 8 pagi di hari yang sama. Dengan luar biasa pedenya, saya meninggalkan saja testnya. Sampai Samarinda, saya cerita sama mama saya. Dan mungkin mama saya dulunya termasuk mahasiswa yang banyak akal, dia menyarankan pakai saja surat sakit dari rumah sakit dia (dia bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Samarinda). Sebenrnya, ga yakin sih dosen saya bakal nerima. Itu kan surat sakit rumah sakit dari Indonesia gituloh, ketahuan banget kan bohongnya. Mana dosen saya ini killer pulak. Eh gataunya, dia terima loh :))
Jadi beban saya tambah berat saja minggu ini, hanya karena pelajaran ini. Dan ya, hari kamis malam, setelah paginya kumpul project dia, malamnya ada kelas pengganti dari dia, dong :)) dan hari jumat, setelah saya pagi test private dengan dia, malamnya pun ada kelas pengganti (lagi).
Semua jadi serba kebut-kebutan gini, karena minggu depan dia sudah tidak ada di kampus. Sudah mulai cuti melahirkan, karena sekarang dia sedang hamil besar. Yah sudahlah yah kami semua murid dia ini menjadi korban terburu-burunya semua hal.
Tapi Puji Tuhan, project kami yang kami presentasikan hari kamis kemaren, sukses. Tentu saja beban belum berkurang untuk saya. Jumat pagi masih test, bok :) so kamis malam saya masih habis-habisan belajar untuk test jumat pagi.
Jumat pagi, begitu beliau menyerahkan soal test kepada saya, beliau berkata "hurry, cepat buat. finish as fast as you can. saya nak pergi melayat" dan saya bengong. Sebengong-bengongnya. Bukannya tidak bersimpati karena salah satu dosen saya ada yang meninggal dunia, tapi ini soal dengan kurun waktu 2 jam, dan saya harus menyelesaikannya secepat mungkin. Tapi Puji Tuhan (lagi) saya bisa aja sih jawab soalnya. Bisa aja dulu, masalah bener atau salahnya belakangan aja :))
Thug Life belum berakhir. Jumat malam, saat kelas pengganti, hujan deras luar biasa macam rindu para pejuang LDR yang sudah tahunan ga ketemu pasangannya. Petir menggelegar luar biasa, dan TASH. Lampu kelas kami, metong alias mati. Ya. Bagus. Anehnya hanya lampu kelasnya saja yang mati. AC dan lampu untuk LCD Projector tetep nyala. Sepertinya ada yang eror dari sistem listriknya, karena sebelum lampu mati, ada kilat dan petir besar. Tentu saja dosen saya tercinta tetap ngotot menyelesaikan materi hari ini karena ini memang hari terakhir beliau mengajar, karena minggu depan sudah cuti. So, kami belajar dalam gelap-gelapan macam anak dusun dari desa terpencil. Berikut terlampir foto.
Kamis, 22 Januari 2015
Untuk Dia Yang Saya Kagumi Meski Tak Akan Pernah Saya Temui
Pagi ini, saya meneteskan air mata saya. Setetes, dua tetes, untuk dia yang tidak saya kenal. Tidak (akan) pernah saya temui, dan bahkan tidak tahu bahwa saya ada di dunia ini.
Untuk dia yang saya merasa begitu mengetahui segala tentangnya, padahal mungkin, seujung kuku pun tidak.
Untuk dia, yang kehadirannya baru saya hargai beberapa waktu lalu. Yang segala tentangnya menjadi menarik untuk saya baru beberapa lama ini.
Dia seorang perempuan luar biasa. Dengannya, saya bisa merasa dunia menjadi begitu tidak adil. Bagaimana hal buruk bisa terjadi kepada seseorang yang begitu baik. Bagaimana keadilan menjadi susah digenggam.
Kepadanya, pusat perhatian saya tersorot beberapa waktu belakangan ini. Apa adanya dia yang saya tahu, begitu membuat saya tidak habis fikir. Ternyata, sosok seperti ini nyata.
Kepadanya, tawa saya akhir-akhir ini bermula. Dan sampai sekarang, saya masih tidak percaya saya bisa punya cinta sebegini banyak unutk seorang yang belum pernah saya temui. Yang sungguhlah dunianya berberda dengan saya.
Untuknya, saya siap menutup telinga saya. Menjadi tidak perduli kepada orang-orang di luar sana yang mungkin saja menganggap saya berlebihan. Satu kelemahan saya, kalau sudah sayang sama seseorang, selalu berlebihan. Dan saya hanyalah orang bodoh kalau berusaha mengabaikan rasa ini. Dan jujur saja, saya begitu bangga mengakui betapa saya bisa punya rasa sayang sebegini banyak untuk orang tertentu. I'm shallow, i know :p
Tapi pagi ini, saya menangis. Untuk seseorang yang selama ini justru selalu hanya membuat saya tertawa. Dari tingkah lakunya dalam perannya, maupun kelakuan kesehariannya. Pagi ini, saya menangis, membaca sebuah wawancaranya. Betapa perempuan malang ini hanya ingin bahagia. Dan Tuhan, berikanlah dia bahagia. Karena dia sungguh pantas mendapatkannya. Seimbal dengan bahagia yang sudah dia sebar untuk saya dan sekian banyak orang lainnya.
The world loves you, and i'm just one star in the sky, one brick on a wall. but i love my world. and my world is you. My mom always warned me about the drugs on the street, but never about one with beautiful blue eyes and blond hair i'd fall in love with. here i am, down in my knees, ask to God for your happiness. because, you deserve to be..
dear Jen, i know this is silly, but i hope you feel this much love i send for you. I love you.
Untuk dia yang saya merasa begitu mengetahui segala tentangnya, padahal mungkin, seujung kuku pun tidak.
Untuk dia, yang kehadirannya baru saya hargai beberapa waktu lalu. Yang segala tentangnya menjadi menarik untuk saya baru beberapa lama ini.
Dia seorang perempuan luar biasa. Dengannya, saya bisa merasa dunia menjadi begitu tidak adil. Bagaimana hal buruk bisa terjadi kepada seseorang yang begitu baik. Bagaimana keadilan menjadi susah digenggam.
Kepadanya, pusat perhatian saya tersorot beberapa waktu belakangan ini. Apa adanya dia yang saya tahu, begitu membuat saya tidak habis fikir. Ternyata, sosok seperti ini nyata.
Kepadanya, tawa saya akhir-akhir ini bermula. Dan sampai sekarang, saya masih tidak percaya saya bisa punya cinta sebegini banyak unutk seorang yang belum pernah saya temui. Yang sungguhlah dunianya berberda dengan saya.
Untuknya, saya siap menutup telinga saya. Menjadi tidak perduli kepada orang-orang di luar sana yang mungkin saja menganggap saya berlebihan. Satu kelemahan saya, kalau sudah sayang sama seseorang, selalu berlebihan. Dan saya hanyalah orang bodoh kalau berusaha mengabaikan rasa ini. Dan jujur saja, saya begitu bangga mengakui betapa saya bisa punya rasa sayang sebegini banyak untuk orang tertentu. I'm shallow, i know :p
Tapi pagi ini, saya menangis. Untuk seseorang yang selama ini justru selalu hanya membuat saya tertawa. Dari tingkah lakunya dalam perannya, maupun kelakuan kesehariannya. Pagi ini, saya menangis, membaca sebuah wawancaranya. Betapa perempuan malang ini hanya ingin bahagia. Dan Tuhan, berikanlah dia bahagia. Karena dia sungguh pantas mendapatkannya. Seimbal dengan bahagia yang sudah dia sebar untuk saya dan sekian banyak orang lainnya.
The world loves you, and i'm just one star in the sky, one brick on a wall. but i love my world. and my world is you. My mom always warned me about the drugs on the street, but never about one with beautiful blue eyes and blond hair i'd fall in love with. here i am, down in my knees, ask to God for your happiness. because, you deserve to be..
dear Jen, i know this is silly, but i hope you feel this much love i send for you. I love you.
Kamis, 18 Desember 2014
Rachel Mencari Rachel.
Dalam episode, mungkin posting terakhir di 2014. tapi suwer deh kalau ada waktu, sebelum tahun baru diusahain nulis lagi. Kalau sebelum natal, maap maap aja ya, uda nyerah duluan. acara padet banget bruh.
Jadi kemaren pergi ke The Mines, mall andalan satu semesta jagat raya karna jaraknya yang deket luar biasa sama kampus, dan apa aja udah tersedia di sana, jadi jarang deh ke mall lain. Kecuali kalau iseng dan pengen chilin doang.
Pergi ke mines dalam rangka belanja baju natalan. Uda 2 kali jalan, belum nemu baju yang cucok. Dengan tinggi badan (di bawah) rata-rata, cewek nyebelin ini tetep kekeuh mau pake long dress, jadilah semua yang dicoba kalau bukan kepanjangan, model atau warnanya ga sreg. Berubung kemaren sudah tanggal 17, dan saya pulang tanggal 19 sementara tanggal 18 ada kelas sampai jam 10 malam, so bener-bener ga ada waktu lagi untuk cari baju selain hari itu.
Sampai mines, bukannya buruan cari baju, malah pake acara makan dulu (biasalah ya) terus pake acara ke depan bioskop, karena di sana ada poster Horrible Bosses 2 segede gaban, demen aja ngeliatnya. Mesti senyam senyum ga jelas tiap liat muka Jennifer di situ.
Biasanya cuma berani liat doang, ga pernah berani foto karena emang di situ tempat antri untuk beli tiket bioskop so pasti lah rame banget. Tapi mungkin karna hari kerja, jam kerja pula, eh sepi banget loh. Dan dengan ajaibnya, saya memutuskan selfie. Dengan gerakan yang mengagumkan karna saking cepetnya, saya selfie. Dengan muka sumringah. Bujug dari jauh juga keliatan banget deh muka bahagianya saya :))
Berubung foto sama Jennifernya langsung susah banget kan ya pasti (kalau mau ngomong halus dari ga mungkin) so berfoto dengan posternya sedikit menghibur.
Abaikan saya yang lupa lepas kacamata dan betapa close up nya muka saya. Ini juga uda setengah mati tauk nyatuin muka Jennifer sama muka saya di satu frame dengan gerakan cepat supaya ga diliat orang-orang :))
Ini mah namanya, Rachel mencari Rachel..
Dan dengan rendah hati mengakui, betapa saya menjadi oon banget setelah rutin gila dengan Friends. Ngikutin oonnya Rachel gitudeh. Dan gitu juga masih kekeuh nonton Friends terus :)) dan bisa bangganya memberi judul dari posting ga penting ini sebagai judul Rachel mencari Rachel.
By the way besok saya pulang kampung. Hati-hati juga ya yang mau natalan di rumah. Happy Holiday, salam buat keluarganya :) udah niat upload soundcloud dalam edisi natal kayak tahun lalu, tapi sibuknya dah ngalah2in eksekutip muda di perusahaan terkenal. so enggak dulu lah. kalau mau bisa download iTunes atau beli CD Pentatonix aja yang album That's Christmas To Me. lagu natalnya ketje ketje
Sekian post ga penting ini. Nulisnya tengah malam dan besok ke airport subuh2 huehehehe.
HAPPY HOLIDAY GAES.
Jadi kemaren pergi ke The Mines, mall andalan satu semesta jagat raya karna jaraknya yang deket luar biasa sama kampus, dan apa aja udah tersedia di sana, jadi jarang deh ke mall lain. Kecuali kalau iseng dan pengen chilin doang.
Pergi ke mines dalam rangka belanja baju natalan. Uda 2 kali jalan, belum nemu baju yang cucok. Dengan tinggi badan (di bawah) rata-rata, cewek nyebelin ini tetep kekeuh mau pake long dress, jadilah semua yang dicoba kalau bukan kepanjangan, model atau warnanya ga sreg. Berubung kemaren sudah tanggal 17, dan saya pulang tanggal 19 sementara tanggal 18 ada kelas sampai jam 10 malam, so bener-bener ga ada waktu lagi untuk cari baju selain hari itu.
Sampai mines, bukannya buruan cari baju, malah pake acara makan dulu (biasalah ya) terus pake acara ke depan bioskop, karena di sana ada poster Horrible Bosses 2 segede gaban, demen aja ngeliatnya. Mesti senyam senyum ga jelas tiap liat muka Jennifer di situ.
Biasanya cuma berani liat doang, ga pernah berani foto karena emang di situ tempat antri untuk beli tiket bioskop so pasti lah rame banget. Tapi mungkin karna hari kerja, jam kerja pula, eh sepi banget loh. Dan dengan ajaibnya, saya memutuskan selfie. Dengan gerakan yang mengagumkan karna saking cepetnya, saya selfie. Dengan muka sumringah. Bujug dari jauh juga keliatan banget deh muka bahagianya saya :))
Berubung foto sama Jennifernya langsung susah banget kan ya pasti (kalau mau ngomong halus dari ga mungkin) so berfoto dengan posternya sedikit menghibur.
Abaikan saya yang lupa lepas kacamata dan betapa close up nya muka saya. Ini juga uda setengah mati tauk nyatuin muka Jennifer sama muka saya di satu frame dengan gerakan cepat supaya ga diliat orang-orang :))
Ini mah namanya, Rachel mencari Rachel..
Dan dengan rendah hati mengakui, betapa saya menjadi oon banget setelah rutin gila dengan Friends. Ngikutin oonnya Rachel gitudeh. Dan gitu juga masih kekeuh nonton Friends terus :)) dan bisa bangganya memberi judul dari posting ga penting ini sebagai judul Rachel mencari Rachel.
By the way besok saya pulang kampung. Hati-hati juga ya yang mau natalan di rumah. Happy Holiday, salam buat keluarganya :) udah niat upload soundcloud dalam edisi natal kayak tahun lalu, tapi sibuknya dah ngalah2in eksekutip muda di perusahaan terkenal. so enggak dulu lah. kalau mau bisa download iTunes atau beli CD Pentatonix aja yang album That's Christmas To Me. lagu natalnya ketje ketje
Sekian post ga penting ini. Nulisnya tengah malam dan besok ke airport subuh2 huehehehe.
HAPPY HOLIDAY GAES.
Rabu, 03 Desember 2014
Halo, Desember
Telat 3 hari, tapi gapapa lah ya.. lebih baik daripada ga sama sekali, kan :D masih aman, asal bukan telat yang lain aja...
telat masuk kelas, maksudnya......
akhirnya desember juga! kalau kata judul lagu sih, "It's the most wonderful time of the year" kenapakah kenapa? karna tentu saja, SALJU!! *dalam mimpi*
bukan, ya karna desember. bulan paling terakhir dalam sebuah tahun. si bungsu yang banyak ditunggu orang banyak, banyak juga ditakuti. ditunggu karna liburnya, natalnya, suasananya, diskon akhir tahunnya...
ditakuti karna, buat yang kantoran, biasanya harus ada laporan akhir tahun dan apalah itu, which is deadline deadline deadline dan deadline.
kalau buat saya, sih, desember adalah yang paling indah. bahkan dibandingkan juli yang notabene adalah bulan kelahiran saya, saya lebih suka desember. sebagai salah satu yang merayakan natal, segala hal tentang desember selalu menarik buat saya. suasana natal, dekorasi natal, lagu-lagu natal yang rasanya afdol banget kalau didengernya pas uda desember.
belum lagi sejak 2 tahun lalu saya hijrah ke negeri tetangga seberang. dekorasi di sini, luar biasa banget kalau natal. pohon natal setinggi harga diri kamu yang tidak tergapai itu, dengan segala hiasan macem-macem. cantik pokoknya!
sayangnya,cewek cantik ini saya masih belum sempet jalan-jalan dan foto-foto dekorasi natalnya. belum ada waktu ke mall *cailah* *pelajar berdedikasi ceritanya* rencananya mau sempetin jalan-jalan emang. window shoping gitu. cuma sih bener-bener dipastiin aja windownya ditutup rapet-rapet. takut elang nyerbu masuk terus manas-manasin supaya borong diskon akhir tahun. bisa-bisa saya balik ke sini habis liburan nanti numpang di roda pesawat, deh.
satu hal lagi paling menyenangkan tentang desember. mungkin waktu yang paling tepat merenung apa aja yang sudah didapatkan (dan diperbuat) tahun ini, dan juga merenung dan merencanakan apa yang akan dilakukan tahun depan.
2015 bakal menjadi tahun yang sibuk buat saya. perlu punggung dan kepala yang lebih kuat kalau gamau mendadak naik ke lantai 18 terus nyebur ke construction site samping kondo bersama piling-piling itu *ngomong apa sih*
yaudahlah, HAPPY HOLIDAY LOH buat yang liburan. semangat buat yang kejar deadline, selamat natal duluan buat yang natalan. enjoy your time with your family and people who love you. BHAAAYYY *kiss kiss*
telat masuk kelas, maksudnya......
akhirnya desember juga! kalau kata judul lagu sih, "It's the most wonderful time of the year" kenapakah kenapa? karna tentu saja, SALJU!! *dalam mimpi*
bukan, ya karna desember. bulan paling terakhir dalam sebuah tahun. si bungsu yang banyak ditunggu orang banyak, banyak juga ditakuti. ditunggu karna liburnya, natalnya, suasananya, diskon akhir tahunnya...
ditakuti karna, buat yang kantoran, biasanya harus ada laporan akhir tahun dan apalah itu, which is deadline deadline deadline dan deadline.
kalau buat saya, sih, desember adalah yang paling indah. bahkan dibandingkan juli yang notabene adalah bulan kelahiran saya, saya lebih suka desember. sebagai salah satu yang merayakan natal, segala hal tentang desember selalu menarik buat saya. suasana natal, dekorasi natal, lagu-lagu natal yang rasanya afdol banget kalau didengernya pas uda desember.
belum lagi sejak 2 tahun lalu saya hijrah ke negeri tetangga seberang. dekorasi di sini, luar biasa banget kalau natal. pohon natal setinggi harga diri kamu yang tidak tergapai itu, dengan segala hiasan macem-macem. cantik pokoknya!
sayangnya,
satu hal lagi paling menyenangkan tentang desember. mungkin waktu yang paling tepat merenung apa aja yang sudah didapatkan (dan diperbuat) tahun ini, dan juga merenung dan merencanakan apa yang akan dilakukan tahun depan.
2015 bakal menjadi tahun yang sibuk buat saya. perlu punggung dan kepala yang lebih kuat kalau gamau mendadak naik ke lantai 18 terus nyebur ke construction site samping kondo bersama piling-piling itu *ngomong apa sih*
yaudahlah, HAPPY HOLIDAY LOH buat yang liburan. semangat buat yang kejar deadline, selamat natal duluan buat yang natalan. enjoy your time with your family and people who love you. BHAAAYYY *kiss kiss*
Sabtu, 22 November 2014
Aku Ada
Dalam diam, dalam semua perbuatan yang sungguh tidak perlu digegap gempitakan oleh suara. Dalam setiap hela napas yang jelas nampak betapa aku mencintai kamu.
Dalam setiap tatapan mata dan kecupan kecil yang istimewa bagiku. Dalam setiap kesempatan untukku menjadi yang satu-satunya bagimu.
Dalam setiap kesempatan melindungimu dari apa-apa saja, dalam setiap di mana aku jelas bisa menjadi yang kau andalkan.
Dalam setiap sandaran yang kau cari saat kau kelelahan, aku selalu ada.
Dalam setiap kalimat sederhana yang tanpa sengaja aku ucapkan, justru adalah tempat yang paling jelas menyatakan betapa aku memujamu.
Dalam setiap sikap posesif yang tidak pernah bisa kamu fahami, aku ada. Melindungimu mati-matian dengan caraku yang mungkin selalu gagal kamu mengerti.
Dalam setiap pertengkaran di mana aku gagal memberitahumu dengan lugas betapa aku cemburu. Betapa aku tidak ingin kamu dimiliki orang lain. Betapa aku ingin kamu hanya menjadi milikku.
Dalam setiap hembusan angin, hanya namamu yang sungguh bergema dalam setiap ruang di pikiranku.
Dalam setiap penolakan dan pembuanganmu atas diriku, dan setiap kebodohan yang aku lakukan; terlunta-lunta kembali kepadamu. Seperti seekor anak kucing yang telah dibuang jauh tapi tetap bisa kembali menemukan jalan pulang. Menyedihkan
Dalam setiap ketiadaan, aku ada.
Dalam setiap tatapan mata dan kecupan kecil yang istimewa bagiku. Dalam setiap kesempatan untukku menjadi yang satu-satunya bagimu.
Dalam setiap kesempatan melindungimu dari apa-apa saja, dalam setiap di mana aku jelas bisa menjadi yang kau andalkan.
Dalam setiap sandaran yang kau cari saat kau kelelahan, aku selalu ada.
Dalam setiap kalimat sederhana yang tanpa sengaja aku ucapkan, justru adalah tempat yang paling jelas menyatakan betapa aku memujamu.
Dalam setiap sikap posesif yang tidak pernah bisa kamu fahami, aku ada. Melindungimu mati-matian dengan caraku yang mungkin selalu gagal kamu mengerti.
Dalam setiap pertengkaran di mana aku gagal memberitahumu dengan lugas betapa aku cemburu. Betapa aku tidak ingin kamu dimiliki orang lain. Betapa aku ingin kamu hanya menjadi milikku.
Dalam setiap hembusan angin, hanya namamu yang sungguh bergema dalam setiap ruang di pikiranku.
Dalam setiap penolakan dan pembuanganmu atas diriku, dan setiap kebodohan yang aku lakukan; terlunta-lunta kembali kepadamu. Seperti seekor anak kucing yang telah dibuang jauh tapi tetap bisa kembali menemukan jalan pulang. Menyedihkan
Dalam setiap ketiadaan, aku ada.
Kamis, 20 November 2014
Super (galau dan gila) Trivia
Jadi hari ini, lagi super duper iseng dan kurang kerjaan. Cari-cari twit lama, sampai jaman tahun 2012an. Sampe di bulan november, terus kebaca sesuatu. Lah..... di sini kan mulai jaman-jamannya habis diphp tuh....... kemudian, ngakak-ngakak sendiri.
Mulai dari twit pertama kali liat dia, setelah sekian lama cuma chat doang. Trus pertama kali nonton bareng, terus galau-galaunya... semuanya lengkap.
Sebagian diri rasanya sedih. Sebagian diri ngakak. Sebagian diri geli. Sebagian lagi (banyak, ya, bagiannya) sadar bahwa saya memang sesayang itu (dulu) sama dia.
Inget betapa senengnya pertama kali nonton bareng dulu. Inget betapa gemesnya kalau uda dia bertingkah macem-macem. Inget betapa paniknya dia waktu saya sampai sini dan gabisa dibbm karna jaringan waktu itu lagi eror dan ujung-ujungnya dia sms dan saya ga buka henpon satunya dan dia panik dan paginya baru saya balas dan dia marah-marah....
Ada juga saat saya sedang stress banget dengan ujian saya, dan kamu malah bbm dengan konyol dan saya bukannya kesel, tapi malah seneng banget.. Saat kamu ada flight pagi, minta aku bangunin tidur jam 6, ternyata malah akunya sendiri yg bangun jam 8.30. hahaha.
Ada juga waktu saya cemburu. Kamu ga bales bbm tapi malah twitteran *dengan twitter via blackberry, plislah* dan kemudian saya kepikiran buat unfollow kamu..
Semester pertama saya di sini, menjadi saksi, betapa satu kalimat bbm dari kamu bisa membuat saya semangat belajar. Betapa kalimat "cyn baik-baik ya, kuliahnya. cepat lulus" bisa begitu memotivasi saya (bahkan sampai sekarang). Betapa khawatirmu saat asma saya kambuh sementara kamu tidak tahu harus berbuat apa malah membuatku tertawa, merasa kamu mengkhawatirkanku selamanya akan menjadi hal paling lucu sedunia.
Semua tersimpan dengan baik, termuseum di twitter saya.
Its been 2 years.. kamu tidak seistimewa dulu, tapi tetap punya tempat khusus di hati saya. 2 minggu lalu, saya melihatmu. Dengan dia yang baru yang mungkin saja begitu bisa membahagiakanmu lebih dari saya membahagiakanmu. Selamat, ya. I'm so happy for you.
Semoga pencarianmu sungguh berhenti di dia, ya. Saya ikut bahagia.
Maaf, saya tidak mungkin melupakan kamu, dan semuanya. You're part of my life. How am i supposed to erase you from my life? Tapi, sungguh saya sudah bisa menerima semuanya sekarang. Fakta bahwa saya pernah menyayangimu dengan begitu, membuat saya sekarang sadar. Kamu berhak bahagia.
Terimakasih, untuk kebahagiaan yang pernah kamu tawarkan dan berikan. Dari membaca ulang semua status twitter saya, saya sungguh sadar, kamu pernah begitu berharga. Dan saya, pernah begitu bahagia.
Mulai dari twit pertama kali liat dia, setelah sekian lama cuma chat doang. Trus pertama kali nonton bareng, terus galau-galaunya... semuanya lengkap.
Sebagian diri rasanya sedih. Sebagian diri ngakak. Sebagian diri geli. Sebagian lagi (banyak, ya, bagiannya) sadar bahwa saya memang sesayang itu (dulu) sama dia.
Inget betapa senengnya pertama kali nonton bareng dulu. Inget betapa gemesnya kalau uda dia bertingkah macem-macem. Inget betapa paniknya dia waktu saya sampai sini dan gabisa dibbm karna jaringan waktu itu lagi eror dan ujung-ujungnya dia sms dan saya ga buka henpon satunya dan dia panik dan paginya baru saya balas dan dia marah-marah....
Ada juga saat saya sedang stress banget dengan ujian saya, dan kamu malah bbm dengan konyol dan saya bukannya kesel, tapi malah seneng banget.. Saat kamu ada flight pagi, minta aku bangunin tidur jam 6, ternyata malah akunya sendiri yg bangun jam 8.30. hahaha.
Ada juga waktu saya cemburu. Kamu ga bales bbm tapi malah twitteran *dengan twitter via blackberry, plislah* dan kemudian saya kepikiran buat unfollow kamu..
Semester pertama saya di sini, menjadi saksi, betapa satu kalimat bbm dari kamu bisa membuat saya semangat belajar. Betapa kalimat "cyn baik-baik ya, kuliahnya. cepat lulus" bisa begitu memotivasi saya (bahkan sampai sekarang). Betapa khawatirmu saat asma saya kambuh sementara kamu tidak tahu harus berbuat apa malah membuatku tertawa, merasa kamu mengkhawatirkanku selamanya akan menjadi hal paling lucu sedunia.
Semua tersimpan dengan baik, termuseum di twitter saya.
Its been 2 years.. kamu tidak seistimewa dulu, tapi tetap punya tempat khusus di hati saya. 2 minggu lalu, saya melihatmu. Dengan dia yang baru yang mungkin saja begitu bisa membahagiakanmu lebih dari saya membahagiakanmu. Selamat, ya. I'm so happy for you.
Semoga pencarianmu sungguh berhenti di dia, ya. Saya ikut bahagia.
Maaf, saya tidak mungkin melupakan kamu, dan semuanya. You're part of my life. How am i supposed to erase you from my life? Tapi, sungguh saya sudah bisa menerima semuanya sekarang. Fakta bahwa saya pernah menyayangimu dengan begitu, membuat saya sekarang sadar. Kamu berhak bahagia.
Terimakasih, untuk kebahagiaan yang pernah kamu tawarkan dan berikan. Dari membaca ulang semua status twitter saya, saya sungguh sadar, kamu pernah begitu berharga. Dan saya, pernah begitu bahagia.
Langganan:
Postingan (Atom)


