saya selalu ingat kejadian itu. kejadian ketika kamu datang, tampa pertanda, tanpa permisi, tanpa mengucapkan salam, lalu seenaknya saja masuk kedalam hati saya, memporak porandakan semua isinya, lalu kemudian meninggalkannya begitu saja.
saya selalu ingat kejadian itu. saat-saat terdiam lama ketika memandang fotomu, menyesal begitu dalam karena pernah membiarkanmu menghancurkan saya.
ini salahnya siapa? salahsaya yang terlalu mudah percaya? salah saya yang terlalu cepat membuka pintu hati saya? salah saya yang terlalu memaksa kamu masuk kedalamnya? salah sayayang bahkan selalu membuka pintu itu dan memaksa kamu masuk padahal nyatanya kamu sama sekali tidak berniat untuk mampir?
ini salahnya siapa? salah kamu yang terlalu menganggap semua ini hanya lelucon? salah kamu yang bahkan menganggap semua ini permainan yang perlu di mainkan sambil tertawa? salah kamu yang selalu senang bermain main dengan apa yang kita sebut perasaan? salah kamu yang selalu memandang dia, padahal ada aku di sini?
terlalu banyak pertanyaan. hanya satu yang sudah terjawab.
apakah aku dan kamu di takdirkan bersatu?
tidak. jawabannya adalah tidak.
tak selalu tentang warna. karena hidup, lebih banyak mengajarkan kepadamu tentang hitam putih.
Kamis, 15 November 2012
Senin, 12 November 2012
ketika dua orang yang sudah saling memiliki tak lagi menghiraukan jarak yang membentang di antara mereka.
aku tahu, sayang. pasti berat sekali rasanya melewati hari tanpa bisa melihat satu sama lain. pasti berat rasanya melewati hari dan tahu bahwa tak ada senyumnya menunggu untuk di lihat. pasti berat rasanya melewati hari, kelelahan ketika tiba di rumah, dan sadar bahwa tak ada hangat peluknya yang menyambutmu. tapi ketahuilah, daun yang jatuh pun sudah di perhitungkan dengan cermat oleh Tuhan. karena itu percayalah bahwa jarak tak berarti apa-apa saat kau tahu bahwa ada rencana Tuhan yang indah di balik itu semua. semua pertemuan aku dan kamu, dan kemudian kita menjadi 'kita' adalah sesuatu yang sudah di persiapkan Tuhan untuk membuat kita semua tersenyum haru saat mengenangnya.
aku tahu, sayang. secanggih apapun teknologi masa kini, semampu apapun aku melihat wajahmu, bercerita panjang lebar via telefon, bercakap tanpa henti via messege, kau tetap lebih merindukan hadirku. hadirku yang nyata dan utuh di hadapanmu. tapi, siapalah aku ini sayang sampai-sampai bisa mengubah takdir Tuhan. hanya satu hal yang perlu kamu yakini, sayang. segala sesuatu yang ada dan nyata dalam diriku memang diciptakan untukmu. tak perlu takut, sayang. tulang rusuk dan pemiliknya tak akan pernah tertukar.
aku cuma perlu satu hal dari kamu saat jarak memisahkan kita seperti ini, sayang. percaya. aku percaya padamu, dan kamu percaya padaku. jika kita saling percaya, berbeda benua pun tak menjadi masalah, kau harusnya sadar itu.
harusnya kita bersyukur. jarak yang membentang antara kita bisa menjadikan kita selalu menghargai momen saat kita bertemu. kita tidak akan menyia-nyiakan momen pertemuan kita, seperti jutaan pasangan lain di dunia yang justru mungkin sudah jenuh melihat satu sama lain. harusnya kita bersyukur, untuk segala perasaan gugup saat menantikan pertemuan kita. untuk segala perasaan harap cemas berapa lama akan menikmati pelukan satu sama lain, harap cemas kapan lagi menghirup aroma tubuh yang kau hapal mati itu.. semua hal itu menjadi keindahan, sayang. ah, bahkan hal yang paling buruk di dunia pun bisa menjadi indah saat kita melihatnya dengan kacamata yang tepat.
sudah ku katakan berulang kali, sayang. jarak harusnya tak cukup pantas memisahkan kita. karena itu, bertahanlah. percayalah. dan semua akan baik-baik saja.
dari aku, yang tidak pernah kelelahan menopang rindu untukmu.
aku tahu, sayang. secanggih apapun teknologi masa kini, semampu apapun aku melihat wajahmu, bercerita panjang lebar via telefon, bercakap tanpa henti via messege, kau tetap lebih merindukan hadirku. hadirku yang nyata dan utuh di hadapanmu. tapi, siapalah aku ini sayang sampai-sampai bisa mengubah takdir Tuhan. hanya satu hal yang perlu kamu yakini, sayang. segala sesuatu yang ada dan nyata dalam diriku memang diciptakan untukmu. tak perlu takut, sayang. tulang rusuk dan pemiliknya tak akan pernah tertukar.
aku cuma perlu satu hal dari kamu saat jarak memisahkan kita seperti ini, sayang. percaya. aku percaya padamu, dan kamu percaya padaku. jika kita saling percaya, berbeda benua pun tak menjadi masalah, kau harusnya sadar itu.
harusnya kita bersyukur. jarak yang membentang antara kita bisa menjadikan kita selalu menghargai momen saat kita bertemu. kita tidak akan menyia-nyiakan momen pertemuan kita, seperti jutaan pasangan lain di dunia yang justru mungkin sudah jenuh melihat satu sama lain. harusnya kita bersyukur, untuk segala perasaan gugup saat menantikan pertemuan kita. untuk segala perasaan harap cemas berapa lama akan menikmati pelukan satu sama lain, harap cemas kapan lagi menghirup aroma tubuh yang kau hapal mati itu.. semua hal itu menjadi keindahan, sayang. ah, bahkan hal yang paling buruk di dunia pun bisa menjadi indah saat kita melihatnya dengan kacamata yang tepat.
sudah ku katakan berulang kali, sayang. jarak harusnya tak cukup pantas memisahkan kita. karena itu, bertahanlah. percayalah. dan semua akan baik-baik saja.
dari aku, yang tidak pernah kelelahan menopang rindu untukmu.
Jumat, 20 Juli 2012
aku rindu aku yang dulu
aku rindu. bukan, bukan lagi hanya merindukanmu, tapi merindukan diriku sendiri juga. diriku sendiri yang baik dan benar saat kau bersamaku. diriku sendiri yang bisa tersenyum, tertawa dengan setulus hati, merasa cinta, merasa bahagia dengan normal seperti dulu, saat kau bersamaku. aku rindu senyumku sendiri, saat melihat wajahmu. senyum yang penuh ketulusan, senyum yang menunjukkan betapa aku bahagia dan bersyukur kau nyata, dan ada di hadapanku. sejak kita berpisah, semua terasa salah. aku tidak bisa tersenyum seperti dulu lagi. aku rusak. hancur. aku, bukanlah aku yang dulu lagi. aku berubah, dan aku berubah hanya karena aku tidak bersamamu lagi
aku rindu aku yang dulu. yang masih bisa merasakan cinta, yang masih bisa merasakan bahagia. entah mengapa kau begitu tega melakukan ini padaku. mengambil semua bagian hatiku, lalu dengan tidak sopannya kau tidak pernah mengembalikannya padaku. aku merasa kosong. seperti ada yang hilang. oh ya, bukan hanya seperti, tapi memang ada yang hilang. kamu, dan aku yang dulu. yang begitu bahagia saat ada kamu di dekatku. rusak sudah aku. berada di sini hanya sebagai raga kosong. tanpa ada jiwa dan hati di dalamnya. raga kosong yang sekarang tidak bisa merasakan kebahagiaan. raga kosong yang hanya menjalani kehidupan, tanpa tahu untuk apa menjalaninya. aku sangat rindu aku yang dulu. terlebih, aku rindu kamu
aku rindu aku yang dulu. yang masih bisa merasakan cinta, yang masih bisa merasakan bahagia. entah mengapa kau begitu tega melakukan ini padaku. mengambil semua bagian hatiku, lalu dengan tidak sopannya kau tidak pernah mengembalikannya padaku. aku merasa kosong. seperti ada yang hilang. oh ya, bukan hanya seperti, tapi memang ada yang hilang. kamu, dan aku yang dulu. yang begitu bahagia saat ada kamu di dekatku. rusak sudah aku. berada di sini hanya sebagai raga kosong. tanpa ada jiwa dan hati di dalamnya. raga kosong yang sekarang tidak bisa merasakan kebahagiaan. raga kosong yang hanya menjalani kehidupan, tanpa tahu untuk apa menjalaninya. aku sangat rindu aku yang dulu. terlebih, aku rindu kamu
Sabtu, 07 Juli 2012
Rindu
Kangen kamu
itu, racun. Bisa membunuh secara perlahan. Kangen kamu itu, bikin dosa. Bikin
aku selalu menggerutu sama Tuhan, karena uda ngijinin aku sama kamu beda tempat
dan jaraknya jauh banget kayak gini. Kangen kamu itu, kadang kala, ada baiknya.
Bikin aku berdoa, dan curhat ke Tuhan kalo aku kangen sama kamu. Padahal ga ada
gunanya. Ya Tuhan pasti tau lah aku kangen kamu.
Kangen kamu
itu, obatnya cuma satu. Harus ketemu kamu. Kalo ga ketemu, ya belum ilang
kangennya. Kalo ga ketemu, ya bakal kangen terus. Meskipun uda dengar suara
kamu, uda liat foto kamu, ga puas kalo ga liat dan dengar suara kamu secara
langsung.
Mungkin kalo
kamu membaca post ini, kamu akan senyum, ketawa, atau bahkan ngerasa kalo aku
berlebihan. Tapi, ya aku gini apa adanya. Kangen kamu, meski belum tentu kamu
kangenin balik. Sayang kamu, meski belum tentu kamu sayangin balik J
Memutar “Rindu – Agnes Monica”
Rabu, 04 Juli 2012
aku. mencintaimu.
aku mencintaimu. ini, bacalah sayang. lalu bujuk Tuhan untuk mau memaafkan ku, kalau memang perasaan sayangku kepadamu lebih besar daripada perasaan sayangku padaNya. kamu itu, matahariku saat siang, bulanku saat malam. tak ada yang menerangi hariku tanpa kamu..
dan sekarang, kamu dan aku sedang berjauhan. tapi aku yakin, meski berjauhan kita akan selalu menatap langit yang sama kan? akan selalu menatap bulan, bintang, matahari yang sama kan? karena meskipun bulan dan matahari selau berharga untukku, aku tak pernah bisa berdekatan dengannya. cukup melihatnya dari jauh, asalkan dia baik2 saja, aku juga akan sangat bahagia. baca ini, mengertilah, dan kemudian, bujuk kembali Tuhan untuk mau memaafkan aku, karena telah begitu mencintaimu
aku yakin, meski kita sedang berjauhan, langit itu akan tetap sama. udara yang kita hirup tetap sama. tapi ada satu hal yang pasti akan selalu sama. Tuhan yang memandang kita dari langit sana, Tuhan yang menganugerahkan rasa sayang berlebihan ku ini kepadamu, adalah Tuhan yang sama. adalah Tuhan yang mengerti bahwa aku tidak sempurna, tapi genap adanya untuk mencintaimu.
bacalah, kemudian mengertilah.. dan bujuk Tuhan untuk memaafkanku karena telah begitu menyayangimu. ini untukmu.
aku... mencintaimu..
Sabtu, 24 Desember 2011
Happy Christmas :D
Tak terasa, besok sudah natal (lagi). Rasanya baru kemarin aku merayakan natal tahun 2010 dan tiba-tiba saja besok sudah natal 2011. Suasana natal sudah sangat kental di rumah. Pohon natal, kue-kue kering, masakan-masakan yang mama siapkan untuk menjamu tamu.. semua benar-benar membuatku merasakan suasana natal yang begitu indah. Semoga saja natal kali ini berkesan untukmu dan untukku :) Happy Christmas to all of you :D Jesus Bless O:)
Menyesal mencintaimu (?)
Gelasku, lama tak berbincang denganmu. Pikiranku sudah terlalu penuh dengan cerita yang ingin ku sampaikan padamu. Sampai aku bingung bagaimana harus memulainya.
Kemarin, aku berhasil mewujudkan impian yang aku harapkan dari dulu. Dan ternyata rasanya biasa saja. Atau memang karena aku sudah tidak mempunyai perasaan yang sama lagi? Apakah aku... sudah tidak mencintainya?
Aku sudah tidak mencintainya. Benar. Aku sudah SANGAT tidak mencintainya. Ada sedikit penyesalan. Penyesalan ini terus ada sampai suatu saat aku tersentak dan sadar, aku tidak boleh menyesal mencintainya. Harusnya aku malah berterimakasih pada Tuhan karena sudah memberiku kesempatan untuk merasakan perasaan ini. Ku rasa hal ini membuat aku lebih selektif dalam memilih. Ku rasa, hatiku akan sangat berhati-hati dalam melangkah setelah ini. Aku tidak mau mengalaminya. Cukup sekali bagiku, bagi hatiku untuk merasakan hal yang seperti ini.
Aku yakin di luar sana, Tuhan telah menyiapkan seorang lelaki yang sempurna bagiku, yang siap dan mau mencintaiku, dan siap dengan bahagia akan menikahiku, menungguku di altar, dengan jas hitamnya, dan aku akan mengenakan gaun putih. Kita akan bertemu, dan Tuhan telah mengatur dengan sedemikian indahnya.
Jadi, aku tidak pernah menyesal merasakan pengalaman ini. Aku tetap merasa bersyukur. Pengalaman mencintaiku kali ini akan membuat aku dan hatiku sangat berhati-hati. Jadi, aku tak pernah menyesal mencintainya.
Kemarin, aku berhasil mewujudkan impian yang aku harapkan dari dulu. Dan ternyata rasanya biasa saja. Atau memang karena aku sudah tidak mempunyai perasaan yang sama lagi? Apakah aku... sudah tidak mencintainya?
Aku sudah tidak mencintainya. Benar. Aku sudah SANGAT tidak mencintainya. Ada sedikit penyesalan. Penyesalan ini terus ada sampai suatu saat aku tersentak dan sadar, aku tidak boleh menyesal mencintainya. Harusnya aku malah berterimakasih pada Tuhan karena sudah memberiku kesempatan untuk merasakan perasaan ini. Ku rasa hal ini membuat aku lebih selektif dalam memilih. Ku rasa, hatiku akan sangat berhati-hati dalam melangkah setelah ini. Aku tidak mau mengalaminya. Cukup sekali bagiku, bagi hatiku untuk merasakan hal yang seperti ini.
Aku yakin di luar sana, Tuhan telah menyiapkan seorang lelaki yang sempurna bagiku, yang siap dan mau mencintaiku, dan siap dengan bahagia akan menikahiku, menungguku di altar, dengan jas hitamnya, dan aku akan mengenakan gaun putih. Kita akan bertemu, dan Tuhan telah mengatur dengan sedemikian indahnya.
Jadi, aku tidak pernah menyesal merasakan pengalaman ini. Aku tetap merasa bersyukur. Pengalaman mencintaiku kali ini akan membuat aku dan hatiku sangat berhati-hati. Jadi, aku tak pernah menyesal mencintainya.
Langganan:
Postingan (Atom)
