dan ternyata, kamu masih pria yang sama.
pria yang telah berhasil membuatku jatuh terlalu dalam
pria yang telah berhasil membuatku percaya lagi
pria yang mampu membangkitkan mimpi-mimpiku
kamu, tetap pria yang sama
pria yang tatapan matanya selalu kurindukan
pria dengan senyuman terbaik sepanjang masa
pria yang kesederhanaannya selalu berhasil membuatku terpukau
kamu, masih tetap pria yang sama
pria yang berada di urutan nomer satu dari orang yang paling ingin ku miliki
pria yang sepertinya menjadi satu-satunya orang yang berhasil mengambil keseluruhan bagian dari hatiku
dan ternyata, saya pun masih saya yang sama
masih saja menatapmu dengan sorot mata kekaguman yang tidak pernah berubah
masih saja mengingat setiap detail percakapan dan apapun yang pernah kita lakukan bersama
masih tetap saja berdiri di sini, di terpa angin keraguan, dan masih tetap mencintaimu
kamu, masih tetap tak termiliki
tak selalu tentang warna. karena hidup, lebih banyak mengajarkan kepadamu tentang hitam putih.
Jumat, 12 April 2013
Senin, 08 April 2013
semoga kamu baca (dan mengerti)
saya ini, tipe wanita 90-an. pelit berbagi rindu, pelit berbagi rasa sayang, apalagi rasa cinta. namun sekali saya menjatuhkan cinta saya pada seorang pria, saya akan jatuh dengan kesungguhan yang tidak terukur. karena itu saya juga sulit melupakan. semoga kamu membaca (dan mengerti) ini.
saya ini, tipe wanita yang otaknya tidak bekerja saat sedang jatuh cinta. segala sesuatu yang salah bisa menjadi benar di mata saya. begitupun sebaliknya. saya malah menganggap benar segala sesuatu yang nyata salah. saya pun tak paham mengapa seperti itu. tapi, siapa sih yang bisa mengatur hati? semoga kamu membaca (dan mengerti) ini.
saya ini, sudah saat sedang jatuh cinta, berjalan dengan mata dan telinga yang tertutup rapat, karena saya yakin benar saat saya tetap pada pendirian saya, saya telah berjalan di jalan yang benar dan lurus. sehingga saya hanya perlu kedua kaki yang terus melangkah dan tekad yang bahkan tidak bisa dan tidak mau berhenti untuk menyerah.
berjuta orang berkata saya bodoh. berkata bahwa saya hanya menyia-nyiakan waktu saya. sahabat saya sendiri pun yang begitu memahami saya hampir saja menggorok leher saya dengan pisau karena terlalu kesal pada saya. tapi. ini waktu saya. kalau memang saya sia-sia menunggunya, itu urusan saya. hey kamu, bisakah kamu rasakan apa-apa saja yang saya korbankan demi kamu? semoga kamu membaca (dan mengerti) ini
saya menutup telinga. menghadapkan punggung saya ke orang-orang yang menasehati yang terbaik untuk saya. tetapi, saya memilih kamu. dan orang yang sudah terlalu lelah menasehati saya dan terlalu lelah menunggu saya, memilih untuk pergi. masihkah kamu tidak paham arti hadirmu untuk saya? semoga kamu membaca ini, dan mengerti.
ya, semoga.
saya ini, tipe wanita yang otaknya tidak bekerja saat sedang jatuh cinta. segala sesuatu yang salah bisa menjadi benar di mata saya. begitupun sebaliknya. saya malah menganggap benar segala sesuatu yang nyata salah. saya pun tak paham mengapa seperti itu. tapi, siapa sih yang bisa mengatur hati? semoga kamu membaca (dan mengerti) ini.
saya ini, sudah saat sedang jatuh cinta, berjalan dengan mata dan telinga yang tertutup rapat, karena saya yakin benar saat saya tetap pada pendirian saya, saya telah berjalan di jalan yang benar dan lurus. sehingga saya hanya perlu kedua kaki yang terus melangkah dan tekad yang bahkan tidak bisa dan tidak mau berhenti untuk menyerah.
berjuta orang berkata saya bodoh. berkata bahwa saya hanya menyia-nyiakan waktu saya. sahabat saya sendiri pun yang begitu memahami saya hampir saja menggorok leher saya dengan pisau karena terlalu kesal pada saya. tapi. ini waktu saya. kalau memang saya sia-sia menunggunya, itu urusan saya. hey kamu, bisakah kamu rasakan apa-apa saja yang saya korbankan demi kamu? semoga kamu membaca (dan mengerti) ini
saya menutup telinga. menghadapkan punggung saya ke orang-orang yang menasehati yang terbaik untuk saya. tetapi, saya memilih kamu. dan orang yang sudah terlalu lelah menasehati saya dan terlalu lelah menunggu saya, memilih untuk pergi. masihkah kamu tidak paham arti hadirmu untuk saya? semoga kamu membaca ini, dan mengerti.
ya, semoga.
Kamis, 07 Maret 2013
hal-hal menyebalkan tentang kamu
Kamu itu nyebelin. Banget. Tapi saya sayang sama kamu
Kamu itu, suka menomerduakan aku, dengan hal lain. Harusnya aku faham bahwa hal itu memang lebih penting (pada saat itu) daripada aku, contohnya itu kerjaan kamu, itu penting dan harus selesai saat itu juga sehingga kamu harus menomerduakan aku. Sebut aku egois, tapi aku tetap saja tidak suka. Kamu itu nyebelin. Banget. Tapi saya sayang kamu.
Kamu itu, suka ga peka. Kalau aku marah, kalau aku sebel, perlu sekitar 5 abad sampai kamu sadar kalau aku marah atau sebel. Tapi yang paling menyebalkan adalah saat kamu ga peka kalau aku lagi sedih. Itu rasanya mau nagis sambil jejeritan karena kamu ga sadar kalau aku sedih. Kamu itu, ya gitu. Nyebelin. Tapi aku sayang sama kamu.
Kamu itu, suka maksain kehendak kamu. Di saat aku ga setuju atau ga mau sama apa yang kamu mau, kamu pasti maksa. Dan ngebuat aku kesal (lagi). Kamu tahu pasti aku tidak suka makan di pinggir jalan, tapi berkali-kali kita jalan bareng kamu malah membawaku makan di pinggir jalan dan mengacuhkan muka cemberutku kemudian makan dengan cueknya. Kamu tahu benar aku tidak tahan dengan angin malam, tapi kamu selalu menjemputku dengan motor. Sampai di depan rumahku dengan cengiran tanpa rasa bersalah. Kamu itu, ya gitu. Nyebelin. Tapi aku sayang kamu.
Kamu itu, suka gamau hubungin aku duluan. Mungkin karena umur kamu jauh lebih dewasa daripada aku sehingga tidak pernah ada di pemikiranmu bahwa menghubungi atau memberi kabar satu sama lain itu penting. Tapi, tidak buatku. Aku benci saat di mana kamu tidak perduli dan lupa menghubungiku. Tapi, aku ini perempuan zaman dulu, aku mempunyai gengsi yang sangat besar, dan aku enggan berbagi rindu. Tapi kamu tidak pernah sadar. Kamu itu, ya gitu. Nyebelin. Tapi aku sayang kamu.
Kamu itu, selalu ngelakuin apa-apa yang aku tidak suka. Malah nantang dan ngelakuin apa-apa yang jelas uda aku larang. Kamu itu, selalu saja seperti itu. Kamu tahu benar aku akan sebal, kesal padamu. Tapi kamu juga tahu dengan baik bahwa aku menyayangimu, dan itu adalah senjata terbesar yang kamu punya. Kamu tahu dengan pasti bahwa aku tidak akan sanggup meninggalkanmu.
Sudah cukupkah? Kamu sudah cukup sadarkah bahwa aku benci setengah mati padamu, tapi setengah dari bagian diriku pun ku habiskan dengan mencintaimu?
Ada banyak sekali hal yang begitu menyebalkan tentang kamu. Tapi satu yang paling menyebalkan, kenyataan bahwa saya mencintaimu. Mencintaimu dengan sebegininya.
Rabu, 06 Februari 2013
siapa sangka mencintaimu bisa sesederhana ini?
siapa sangka mencintaimu bisa sesederhana ini?
sesederhana senyum yang selalu kau beri
sesederhana tawa lepas saat melihatku melakukan hal konyol
sesederhana kesediaanmu selalu ada untukku
sesederhana perhatian kecil nan indah yang tak pernah bosan kau beri untukku
sesederhana usapan kecil tanganmu di atas kepalaku
sesederhana perasaan bahagia saat melihat kau tersenyum
sesederhana mawar yang merekah bila waktunya tlah tiba
sesederhana awan yang bergerak perlahan namun pasti
sesederhana burung berkicau di pagi hari
sesederhana menikmati semua ciptaanNya dengan rasa syukur
ah..
memilikimu tak pernah berhenti membuatku bersyukur
aku, mencintaimu
Minggu, 03 Februari 2013
saya (harusnya) melupakan kamu
saya (harusnya) sudah melupakan kamu. apa lagi yang harus saya ingat dari orang yang hanya menyakiti saya? pria yang (katanya) tidak lagi mau membuatku terluka seperti pria yang dulu. pria yang berani mengakui bahwa dia menyayangi saya dan kemudian pergi begitu saja tanpa rasa bersalah. saya (harusnya) melupakan kamu.
saya (harusnya) melupakan kamu, tapi saya masih tidak cukup bersedia untuk melupakan segala kenangan kita. hanya kamu yang memanggilku dengan ucapan semanis itu. hey, taukah kamu? aku tidak pernah berhenti tersipu setiap kamu memanggilku dengan ucapan itu.
saya (harusnya) melupakan kamu, tapi saya masih tidak cukup bersedia untuk melupakan segala kenangan kita. percakapan percakapan itu. kamu dengan segala kegugupanmu. aku dengan segala malu-malu dan kadang malu-maluin ku, kamu yang begitu sering membuat bahan percakapan konyol, kamu yang begitu pandai mengalihkan pembicaraan bila kamu tahu pembicaraan itu merusak moodku.. kamu yang ikut-ikutan panik saat aku memberi tahu bahwa asma ku kambuh, dan kamu yang begitu polosnya hanya berkata "aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan agar kamu tidak kesakitan lagi. aku bingung harus berbuat apa." dan perkataanmu sudah cukup menghibur untuk saya. saat kamu menceritakan tentang kekesalanmu atas perselingkuhan Kristen Stewart, dengan seluruh emosimu, dan aku hanya bisa tertawa kecil. wajahmu terlihat lucu jika sedang kesal!
masih ada banyak sekali percakapan antara kita; raja dan ratu, menara petronas, doraemon dan nobita, ibu peri, futsal, pekerjaanmu.. yang cukup ku simpan dengan rapi sebagai memoriku sendiri.
saya (harusnya) melupakan kamu. tapi saya masih tidak cukup bersedia untuk melupakan segala kenangan kita. ingat waktu pertama (dan terakhir) kali kita nonton film di bioskop bersama? waktu itu kamu menyarankan aku untuk memilih film. aku bilang aku ingin perahu kertas, sebelum kita sampai di bioskop, kamu berkata "iya kita nonton itu saja". tapi begitu sesampainya di bioskop, saat melihat ekspresi wajahmu saat melihat poster perahu kertas, aku tertawa kecil dan kemudian jatuh kasihan. jadilah kita menyaksikan Taken 2. action yang tidak akan membuatmu bosan dan tetap ada unsur romantisnya agar tidak membuatku bosan. ah, aku rindu saat-saat itu.
saya (harusnya) melupakan kamu. tapi saya masih tidak cukup bersedia untuk melupakan segala kenangan kita. aku ingin mengenang masa di mana kamu memberikanku semangat agar aku menyelesaikan kuliahku dengan cepat. kamu akan merindukanku, itu perkataanmu dulu. kamu bilang kamu sedih saat kita harus terpisah dengan jarak yang begitu membentang. dan pada masa itu aku mencatat baik-baik akan menyelesaikan kuliah secepat mungkin. aku sudah tidak sabar menghabiskan hari denganmu.
saya harus melupakan kamu. bagaimanapun, kamu yang memilih pergi saat saya sedang susah-susahnya membangun benteng pertahanan untuk kita. kamu yang memilih pergi padahal saya justru sudah siap untuk melabuhkan hati saya di tempat perisirahatan terakhirnya. saya harus melupakan kamu. yang saya ingin hanya mengingat semua kenangan kita, dengan senyum.
dari saya, yang (pernah) mencintaimu.
saya (harusnya) melupakan kamu, tapi saya masih tidak cukup bersedia untuk melupakan segala kenangan kita. hanya kamu yang memanggilku dengan ucapan semanis itu. hey, taukah kamu? aku tidak pernah berhenti tersipu setiap kamu memanggilku dengan ucapan itu.
saya (harusnya) melupakan kamu, tapi saya masih tidak cukup bersedia untuk melupakan segala kenangan kita. percakapan percakapan itu. kamu dengan segala kegugupanmu. aku dengan segala malu-malu dan kadang malu-maluin ku, kamu yang begitu sering membuat bahan percakapan konyol, kamu yang begitu pandai mengalihkan pembicaraan bila kamu tahu pembicaraan itu merusak moodku.. kamu yang ikut-ikutan panik saat aku memberi tahu bahwa asma ku kambuh, dan kamu yang begitu polosnya hanya berkata "aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan agar kamu tidak kesakitan lagi. aku bingung harus berbuat apa." dan perkataanmu sudah cukup menghibur untuk saya. saat kamu menceritakan tentang kekesalanmu atas perselingkuhan Kristen Stewart, dengan seluruh emosimu, dan aku hanya bisa tertawa kecil. wajahmu terlihat lucu jika sedang kesal!
masih ada banyak sekali percakapan antara kita; raja dan ratu, menara petronas, doraemon dan nobita, ibu peri, futsal, pekerjaanmu.. yang cukup ku simpan dengan rapi sebagai memoriku sendiri.
saya (harusnya) melupakan kamu. tapi saya masih tidak cukup bersedia untuk melupakan segala kenangan kita. ingat waktu pertama (dan terakhir) kali kita nonton film di bioskop bersama? waktu itu kamu menyarankan aku untuk memilih film. aku bilang aku ingin perahu kertas, sebelum kita sampai di bioskop, kamu berkata "iya kita nonton itu saja". tapi begitu sesampainya di bioskop, saat melihat ekspresi wajahmu saat melihat poster perahu kertas, aku tertawa kecil dan kemudian jatuh kasihan. jadilah kita menyaksikan Taken 2. action yang tidak akan membuatmu bosan dan tetap ada unsur romantisnya agar tidak membuatku bosan. ah, aku rindu saat-saat itu.
saya (harusnya) melupakan kamu. tapi saya masih tidak cukup bersedia untuk melupakan segala kenangan kita. aku ingin mengenang masa di mana kamu memberikanku semangat agar aku menyelesaikan kuliahku dengan cepat. kamu akan merindukanku, itu perkataanmu dulu. kamu bilang kamu sedih saat kita harus terpisah dengan jarak yang begitu membentang. dan pada masa itu aku mencatat baik-baik akan menyelesaikan kuliah secepat mungkin. aku sudah tidak sabar menghabiskan hari denganmu.
saya harus melupakan kamu. bagaimanapun, kamu yang memilih pergi saat saya sedang susah-susahnya membangun benteng pertahanan untuk kita. kamu yang memilih pergi padahal saya justru sudah siap untuk melabuhkan hati saya di tempat perisirahatan terakhirnya. saya harus melupakan kamu. yang saya ingin hanya mengingat semua kenangan kita, dengan senyum.
dari saya, yang (pernah) mencintaimu.
Sabtu, 26 Januari 2013
bicara pada bintang
dahulu sekali, kau selalu bertanya padaku, apa jadinya kita berpisah? apa jadinya kita setelah kita tak bersama lagi? apa jadinya jika kau merindukanku? dan aku selalu menjawabnya dengan senyum, senyum yang aku usahakan ada di wajahku padahal hatiku sedang karam. aku selalu menjawab, "bicara saja, bintang akan mendengar, dan aku akan merasakannya"
sejauh apapun jarak membentang kita, langit kita tetap sama sayang. bintang dan bulan kita tetap bertahtakan langit yang sama. matahari,sang pusat tata surya kita tetaplah matahari yang sama. lalu apa yang membuatmu ragu?
selama langit kita masih sama, selama kita masih berpayungkan awan yang sama, selama bintang masih menjadi penyinar yang cukup terang untuk malam kita, selama itu aku akan percaya padamu. dan bagian dirimu yang manakah yang tidak mempercayai aku?
rendahkan hatimu, sayang. sadarilah, kalau aku harus merelakan hatiku untuk seseorang, hanya kamu lah orangnya. tidak ada yang lain.
sekali lagi aku berkata kepadamu, jika kamu merindukanku, bicara saja. dan bintang akan menyampaikan semuanya padaku.
dariku, yang tidak pernah berhenti barang sedetikpun untuk percaya padamu
sejauh apapun jarak membentang kita, langit kita tetap sama sayang. bintang dan bulan kita tetap bertahtakan langit yang sama. matahari,sang pusat tata surya kita tetaplah matahari yang sama. lalu apa yang membuatmu ragu?
selama langit kita masih sama, selama kita masih berpayungkan awan yang sama, selama bintang masih menjadi penyinar yang cukup terang untuk malam kita, selama itu aku akan percaya padamu. dan bagian dirimu yang manakah yang tidak mempercayai aku?
rendahkan hatimu, sayang. sadarilah, kalau aku harus merelakan hatiku untuk seseorang, hanya kamu lah orangnya. tidak ada yang lain.
sekali lagi aku berkata kepadamu, jika kamu merindukanku, bicara saja. dan bintang akan menyampaikan semuanya padaku.
dariku, yang tidak pernah berhenti barang sedetikpun untuk percaya padamu
Rabu, 23 Januari 2013
surat untuk idolaku tercinta
teruntuk idolaku tersayang, rossa roslaina
dear idolaku, yang sebenernya bukan cuma sekedar idola tapi juga kakak, panutan, dan contoh ku dalam menjalani hidup beberapa tahun belakangan ini.
kepada senyum indahmu, aku tidak berdaya. kepada suara gelak tawamu, hatiku luluh lantak. kepada alunan suara merdumu, aku jatuh cinta.
mungkin saat membaca surat ini teteh bingung, siapa orang yang sebegitu niatnya menulis surat ini untuk teteh, tapi teteh ga perlu tahu siapa saya, yang perlu teteh tahu, saya menyimpan rasa sayang yang besar buat teteh, saya selalu mendukung teteh, dan saya selalu mengagumi teteh.
teteh itu, batu karang yang teguh buat saya. seorang idola yang kebanyakan manut di apa-apain sama fans macam saya. di suruh followback twitter mau, di paksa-paksa minta di ijinin ketemu mau, di peluk-peluk sama di cium pipi nya pas ketemu mau, hehehe. maaf ya teh, tapi saya tidak pernah berhasil menghilangkan euphoria perasaan senang saya setiap kali berhasil ketemu teteh.
tetaplah tersenyum, untuk rizky, untuk orang tua teteh, untuk semua orang yang teteh sayangin. dan terutama, untuk saya, dan sekian banyak orang lagi di luar sana yang selalu mengamini bahagiamu, teh..
saya sayang teteh, sejak sekitar 7 tahun lalu, dan saya tidak tau kapan akan berhentinya rasa sayang ini. tetaplah tersenyum, bidadariku. tetaplah tertawa dengan bahagia, karena saat teteh tertawa, ada banyak sekali orang yang juga bisa ikut berbahagia, termasuk saya.
tetaplah kuat dan tegar seperti itu. tetaplah menjadi panutan kami semua.
aku, sayang teteh.
dariku, yang tiada pernah lelah menopang rasa sayangku untukmu, idola tercinta.
dear idolaku, yang sebenernya bukan cuma sekedar idola tapi juga kakak, panutan, dan contoh ku dalam menjalani hidup beberapa tahun belakangan ini.
kepada senyum indahmu, aku tidak berdaya. kepada suara gelak tawamu, hatiku luluh lantak. kepada alunan suara merdumu, aku jatuh cinta.
mungkin saat membaca surat ini teteh bingung, siapa orang yang sebegitu niatnya menulis surat ini untuk teteh, tapi teteh ga perlu tahu siapa saya, yang perlu teteh tahu, saya menyimpan rasa sayang yang besar buat teteh, saya selalu mendukung teteh, dan saya selalu mengagumi teteh.
teteh itu, batu karang yang teguh buat saya. seorang idola yang kebanyakan manut di apa-apain sama fans macam saya. di suruh followback twitter mau, di paksa-paksa minta di ijinin ketemu mau, di peluk-peluk sama di cium pipi nya pas ketemu mau, hehehe. maaf ya teh, tapi saya tidak pernah berhasil menghilangkan euphoria perasaan senang saya setiap kali berhasil ketemu teteh.
tetaplah tersenyum, untuk rizky, untuk orang tua teteh, untuk semua orang yang teteh sayangin. dan terutama, untuk saya, dan sekian banyak orang lagi di luar sana yang selalu mengamini bahagiamu, teh..
saya sayang teteh, sejak sekitar 7 tahun lalu, dan saya tidak tau kapan akan berhentinya rasa sayang ini. tetaplah tersenyum, bidadariku. tetaplah tertawa dengan bahagia, karena saat teteh tertawa, ada banyak sekali orang yang juga bisa ikut berbahagia, termasuk saya.
tetaplah kuat dan tegar seperti itu. tetaplah menjadi panutan kami semua.
aku, sayang teteh.
dariku, yang tiada pernah lelah menopang rasa sayangku untukmu, idola tercinta.
Langganan:
Postingan (Atom)