dahulu sekali, kau selalu bertanya padaku, apa jadinya kita berpisah? apa jadinya kita setelah kita tak bersama lagi? apa jadinya jika kau merindukanku? dan aku selalu menjawabnya dengan senyum, senyum yang aku usahakan ada di wajahku padahal hatiku sedang karam. aku selalu menjawab, "bicara saja, bintang akan mendengar, dan aku akan merasakannya"
sejauh apapun jarak membentang kita, langit kita tetap sama sayang. bintang dan bulan kita tetap bertahtakan langit yang sama. matahari,sang pusat tata surya kita tetaplah matahari yang sama. lalu apa yang membuatmu ragu?
selama langit kita masih sama, selama kita masih berpayungkan awan yang sama, selama bintang masih menjadi penyinar yang cukup terang untuk malam kita, selama itu aku akan percaya padamu. dan bagian dirimu yang manakah yang tidak mempercayai aku?
rendahkan hatimu, sayang. sadarilah, kalau aku harus merelakan hatiku untuk seseorang, hanya kamu lah orangnya. tidak ada yang lain.
sekali lagi aku berkata kepadamu, jika kamu merindukanku, bicara saja. dan bintang akan menyampaikan semuanya padaku.
dariku, yang tidak pernah berhenti barang sedetikpun untuk percaya padamu
tak selalu tentang warna. karena hidup, lebih banyak mengajarkan kepadamu tentang hitam putih.
Sabtu, 26 Januari 2013
Rabu, 23 Januari 2013
surat untuk idolaku tercinta
teruntuk idolaku tersayang, rossa roslaina
dear idolaku, yang sebenernya bukan cuma sekedar idola tapi juga kakak, panutan, dan contoh ku dalam menjalani hidup beberapa tahun belakangan ini.
kepada senyum indahmu, aku tidak berdaya. kepada suara gelak tawamu, hatiku luluh lantak. kepada alunan suara merdumu, aku jatuh cinta.
mungkin saat membaca surat ini teteh bingung, siapa orang yang sebegitu niatnya menulis surat ini untuk teteh, tapi teteh ga perlu tahu siapa saya, yang perlu teteh tahu, saya menyimpan rasa sayang yang besar buat teteh, saya selalu mendukung teteh, dan saya selalu mengagumi teteh.
teteh itu, batu karang yang teguh buat saya. seorang idola yang kebanyakan manut di apa-apain sama fans macam saya. di suruh followback twitter mau, di paksa-paksa minta di ijinin ketemu mau, di peluk-peluk sama di cium pipi nya pas ketemu mau, hehehe. maaf ya teh, tapi saya tidak pernah berhasil menghilangkan euphoria perasaan senang saya setiap kali berhasil ketemu teteh.
tetaplah tersenyum, untuk rizky, untuk orang tua teteh, untuk semua orang yang teteh sayangin. dan terutama, untuk saya, dan sekian banyak orang lagi di luar sana yang selalu mengamini bahagiamu, teh..
saya sayang teteh, sejak sekitar 7 tahun lalu, dan saya tidak tau kapan akan berhentinya rasa sayang ini. tetaplah tersenyum, bidadariku. tetaplah tertawa dengan bahagia, karena saat teteh tertawa, ada banyak sekali orang yang juga bisa ikut berbahagia, termasuk saya.
tetaplah kuat dan tegar seperti itu. tetaplah menjadi panutan kami semua.
aku, sayang teteh.
dariku, yang tiada pernah lelah menopang rasa sayangku untukmu, idola tercinta.
dear idolaku, yang sebenernya bukan cuma sekedar idola tapi juga kakak, panutan, dan contoh ku dalam menjalani hidup beberapa tahun belakangan ini.
kepada senyum indahmu, aku tidak berdaya. kepada suara gelak tawamu, hatiku luluh lantak. kepada alunan suara merdumu, aku jatuh cinta.
mungkin saat membaca surat ini teteh bingung, siapa orang yang sebegitu niatnya menulis surat ini untuk teteh, tapi teteh ga perlu tahu siapa saya, yang perlu teteh tahu, saya menyimpan rasa sayang yang besar buat teteh, saya selalu mendukung teteh, dan saya selalu mengagumi teteh.
teteh itu, batu karang yang teguh buat saya. seorang idola yang kebanyakan manut di apa-apain sama fans macam saya. di suruh followback twitter mau, di paksa-paksa minta di ijinin ketemu mau, di peluk-peluk sama di cium pipi nya pas ketemu mau, hehehe. maaf ya teh, tapi saya tidak pernah berhasil menghilangkan euphoria perasaan senang saya setiap kali berhasil ketemu teteh.
tetaplah tersenyum, untuk rizky, untuk orang tua teteh, untuk semua orang yang teteh sayangin. dan terutama, untuk saya, dan sekian banyak orang lagi di luar sana yang selalu mengamini bahagiamu, teh..
saya sayang teteh, sejak sekitar 7 tahun lalu, dan saya tidak tau kapan akan berhentinya rasa sayang ini. tetaplah tersenyum, bidadariku. tetaplah tertawa dengan bahagia, karena saat teteh tertawa, ada banyak sekali orang yang juga bisa ikut berbahagia, termasuk saya.
tetaplah kuat dan tegar seperti itu. tetaplah menjadi panutan kami semua.
aku, sayang teteh.
dariku, yang tiada pernah lelah menopang rasa sayangku untukmu, idola tercinta.
surat untuk suamiku kelak
dear calon perenggut hatiku, kau sedang apa? apa kau ingin tau apa yang sedang aku lakukan sekarang? aku sedang membayangkan, membayangkan bagaimana wajahmu berbentuk, bagaimana senyummu tersirat, bagaimana kedua matamu memiliki pelangi yang selama ini aku cari, bagaimana kedua bentuk bibirmu begitu pas dan sempurna untuk mengecup pipi dan bibirku. kalau kamu? apa kamu sedang membayangkan aku?
dear kamu, kamu yang siap menghabiskan sisa waktumu dengan aku, aku ingin mencintaimu seperti ini: seperti kedua kaki yang terlalu malas menghitung langkah-langkah yang telah mereka lewati bersama, karena memang menjadi sebuah keharusanlah bagi mereka untuk melangkah bersama, sehingga mereka merasa waktu mereka takkan cukup untuk menghitung langkah-langkah yang telah dan akan mereka lakukan bersama.
aku ingin kencintaimu seperti ini, seperti kedua kelopak mata yang selalu berkedip dan berdampingan bersama, seperti mereka yang bahkan selalu saling mengiringi kemanapun mereka pergi, karena mereka sadar mereka tak bisa hidup tanpa satu dan lainnya.
aku ingin mencintaimu seperti ini, seperti kedua paru-paru yang tidak pernah berhenti menghirup dan menghembuskan nafas untuk kehidupan tuannya. aku mau kita seperti itu sayang, rela menghabiskan seumur hidup untuk kebaikan yang lainnya.
dear calon pemilik hatiku, kamu harusnya tahu persis, apa-apa saja yang bisa membuatku tersenyum dan apa-apa saja yang bisa seketika menghancurkan kebahagiaanku. tapi, satu mungkin yang tidak pernah kau tahu, aku tidak akan pernah tidak tersenyum saat melihatmu sayang. saat melihatmu tersenyum, saat melihatmu terlelap, saat melihat keningmu berkerut memikirkan masalahmu di kantor, saat melihat matamu yang bersinar bahagia setiap melihat ada yang menarik perhatianmu.. aku selalu suka semua gerak gerikmu sayang, bahkan sampai detail terkecil sekalipun.
kamu harusnya tahu, aku tidak bisa memasak dengan rapih di dapurku sendiri. aku tidak pernah suka rasa pahit kopi tanpa pemanis, aku benci masakan pedas, dan aku tidak pernah bisa tidur di saat cahaya memenuhi satu ruangan. tapi, kau selalu menjadi partner yang baik dalam membuat dapur kita berantakan, dan kemudian kita tertawa, lalu membersihkan dan membereskannya bersama. kau juga selalu menjadi seseorang yang tahu persis seperti apa rasa manis yang aku mau dalam segelas kopiku. kamu pun paling tahu, setiap kali aku merasa makanan yang terlalu pedas, kau bahkan pernah bercanda padaku kau akan membawakan seluruh air di lautan agar aku tak lagi merasa kepedasan. dan saat berada di ruangan yang penuh dengan cahaya sementara aku ingin terlelap dan kau tidak punya kuasa untuk menghilangkan cahaya itu, kedua telapak tanganmu yang hangat selalu kamu gunakan sebagai pelindung agar cahaya tak lagi mengganggu mataku yang manja ini, sehingga aku bisa tertidur dengan senyum yang terukir di wajahku.
dear suamiku kelak, kamu, kelak ingin punya berapa anak? aku selalu membayangkan sebuah rumah kecil sederhana bertingkat dua dengan halaman luas, aku akan menyusun lantai dua sebagai kamar anak kita, dan akan membuat kamar-kamar itu seindah mungkin. dua anak kita pasti akan sangat membuat rumah kecil kita ramai, ya? mereka akan berkejaran di lapangan. si sulung, si pria yang akan selalu melindungi adik perempuannya. sesederhana itu inginku, sayang. bagaimana denganmu?
dear suamiku kelak, beritahu aku jika kamu sudah siap datang dan siap mencintaiku, dan aku akan mencintaimu seperti ini, seperti matahari yang tiada pernah berhenti bersinar.
surat ini di tulis olehku, yang sudah tidak sabar untuk mencintaimu.
dear kamu, kamu yang siap menghabiskan sisa waktumu dengan aku, aku ingin mencintaimu seperti ini: seperti kedua kaki yang terlalu malas menghitung langkah-langkah yang telah mereka lewati bersama, karena memang menjadi sebuah keharusanlah bagi mereka untuk melangkah bersama, sehingga mereka merasa waktu mereka takkan cukup untuk menghitung langkah-langkah yang telah dan akan mereka lakukan bersama.
aku ingin kencintaimu seperti ini, seperti kedua kelopak mata yang selalu berkedip dan berdampingan bersama, seperti mereka yang bahkan selalu saling mengiringi kemanapun mereka pergi, karena mereka sadar mereka tak bisa hidup tanpa satu dan lainnya.
aku ingin mencintaimu seperti ini, seperti kedua paru-paru yang tidak pernah berhenti menghirup dan menghembuskan nafas untuk kehidupan tuannya. aku mau kita seperti itu sayang, rela menghabiskan seumur hidup untuk kebaikan yang lainnya.
dear calon pemilik hatiku, kamu harusnya tahu persis, apa-apa saja yang bisa membuatku tersenyum dan apa-apa saja yang bisa seketika menghancurkan kebahagiaanku. tapi, satu mungkin yang tidak pernah kau tahu, aku tidak akan pernah tidak tersenyum saat melihatmu sayang. saat melihatmu tersenyum, saat melihatmu terlelap, saat melihat keningmu berkerut memikirkan masalahmu di kantor, saat melihat matamu yang bersinar bahagia setiap melihat ada yang menarik perhatianmu.. aku selalu suka semua gerak gerikmu sayang, bahkan sampai detail terkecil sekalipun.
kamu harusnya tahu, aku tidak bisa memasak dengan rapih di dapurku sendiri. aku tidak pernah suka rasa pahit kopi tanpa pemanis, aku benci masakan pedas, dan aku tidak pernah bisa tidur di saat cahaya memenuhi satu ruangan. tapi, kau selalu menjadi partner yang baik dalam membuat dapur kita berantakan, dan kemudian kita tertawa, lalu membersihkan dan membereskannya bersama. kau juga selalu menjadi seseorang yang tahu persis seperti apa rasa manis yang aku mau dalam segelas kopiku. kamu pun paling tahu, setiap kali aku merasa makanan yang terlalu pedas, kau bahkan pernah bercanda padaku kau akan membawakan seluruh air di lautan agar aku tak lagi merasa kepedasan. dan saat berada di ruangan yang penuh dengan cahaya sementara aku ingin terlelap dan kau tidak punya kuasa untuk menghilangkan cahaya itu, kedua telapak tanganmu yang hangat selalu kamu gunakan sebagai pelindung agar cahaya tak lagi mengganggu mataku yang manja ini, sehingga aku bisa tertidur dengan senyum yang terukir di wajahku.
dear suamiku kelak, kamu, kelak ingin punya berapa anak? aku selalu membayangkan sebuah rumah kecil sederhana bertingkat dua dengan halaman luas, aku akan menyusun lantai dua sebagai kamar anak kita, dan akan membuat kamar-kamar itu seindah mungkin. dua anak kita pasti akan sangat membuat rumah kecil kita ramai, ya? mereka akan berkejaran di lapangan. si sulung, si pria yang akan selalu melindungi adik perempuannya. sesederhana itu inginku, sayang. bagaimana denganmu?
dear suamiku kelak, beritahu aku jika kamu sudah siap datang dan siap mencintaiku, dan aku akan mencintaimu seperti ini, seperti matahari yang tiada pernah berhenti bersinar.
surat ini di tulis olehku, yang sudah tidak sabar untuk mencintaimu.
Minggu, 20 Januari 2013
Surat Cinta, oleh BJ Habibie
Sebenarnya, ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti akan menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi. Aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat adalah kenyataan bahwa kematian dapat benar-benar memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang. Sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati. Hatiku seperti tidak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong. Hilang isi..
"Saya dilahirkan untuk Ainun, dan Ainun untuk saya.."
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada.
Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini..
Mereka mengira, akulah kekasih yang baik bagimu, sayang. tanpa mereka sadar bahwa kaulah yang menjadikanku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua. Tapi, ka ajarkanku arti kesetiaan, sehingga aku setia. Kau ajarkanku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan, kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya. Kau dulu tiada untukku, sekarang kembali tiada.
Selamat jalan, sayang. Cahaya mataku, penyejuk jiwaku. Selamat jalan, calon bidadari surgaku.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat adalah kenyataan bahwa kematian dapat benar-benar memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang. Sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati. Hatiku seperti tidak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong. Hilang isi..
"Saya dilahirkan untuk Ainun, dan Ainun untuk saya.."
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada.
Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini..
Mereka mengira, akulah kekasih yang baik bagimu, sayang. tanpa mereka sadar bahwa kaulah yang menjadikanku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua. Tapi, ka ajarkanku arti kesetiaan, sehingga aku setia. Kau ajarkanku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan, kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya. Kau dulu tiada untukku, sekarang kembali tiada.
Selamat jalan, sayang. Cahaya mataku, penyejuk jiwaku. Selamat jalan, calon bidadari surgaku.
Selasa, 11 Desember 2012
manja boleh, tapi...
manja itu manis, manja itu terkadang bisa membuat semua orang, tidak hanya pria, bisa takluk berlutut di hadapanmu. manja itu, imut. apalagi kalo kamu beneran polos, cowok mana sih yang ga meleleh? kalau untuk saya pribadi, kalo ada temen saya yang polos dan manja, saya bawaannya pengen ngelindungin gitu. saya gampang jatuh sayang dengan yang seperti itu. bisa tamya kepada salah satu sahabat saya, gebi namanya. dia polos banget, kadar berlebih, dan polosnya karena memang dia polos, bukan polos yang di buat-buat. dan di antara sahabat saya yang berlima itu, yang selalu paling pengen saya lindungin itu ya gebi. selain karena dia yang paling muda di antara kami, di tambah juga saya palimg ga tahan kalau dia sudah mengeluarkan jurus manjanya itu.
saya selalu jatuh hati dengan mereka yang pandai merebut perhatian orang lain dengan manjanya. tapi ya, kalau sudah kadar manja nya keterlaluan, dan seseorang itu berkelakuan manja hanya demi merebut perhatian orang lain, itu lain ceritanya. saya paling benci orang yang seperti itu. sangat terlihat kan bedanya orang yang memang manja, manja dengan imut nya, di bandingkan dengan orang yang manja nya DI BUAT-BUAT? manja nya hanya karena dia mau semua orang perhatikan dia? manjanya hanya karena kelas kepala nya sendiri, dan kemudian semua orang di repotkan?
saya benci yang seperti itu. please deh, kita masing-masing di beri kepala sama Tuhan supaya bisa memikirkan masalah kita masing-masing. supaya bisa menyelesaikan masalah kita masing-masing, dan bukannya membuat semua orang repot dengan masalahmu itu.
manja boleh, tapi jangan berlebihan. hidup dan waktu orang lain tidak hanya di habiskan untuk mengurusi urusan dan masalahmu. urusan dan masalah yang sebenarnya kau ciptakan sendiri karena keras kepalanya kamu.
saya selalu jatuh hati dengan mereka yang pandai merebut perhatian orang lain dengan manjanya. tapi ya, kalau sudah kadar manja nya keterlaluan, dan seseorang itu berkelakuan manja hanya demi merebut perhatian orang lain, itu lain ceritanya. saya paling benci orang yang seperti itu. sangat terlihat kan bedanya orang yang memang manja, manja dengan imut nya, di bandingkan dengan orang yang manja nya DI BUAT-BUAT? manja nya hanya karena dia mau semua orang perhatikan dia? manjanya hanya karena kelas kepala nya sendiri, dan kemudian semua orang di repotkan?
saya benci yang seperti itu. please deh, kita masing-masing di beri kepala sama Tuhan supaya bisa memikirkan masalah kita masing-masing. supaya bisa menyelesaikan masalah kita masing-masing, dan bukannya membuat semua orang repot dengan masalahmu itu.
manja boleh, tapi jangan berlebihan. hidup dan waktu orang lain tidak hanya di habiskan untuk mengurusi urusan dan masalahmu. urusan dan masalah yang sebenarnya kau ciptakan sendiri karena keras kepalanya kamu.
Selasa, 04 Desember 2012
mencintai dia yang tidak pantas di cintai
ada yang tahu rasanya mencintai seseorang yang tidak pantas di cintai? aku tahu. aku sungguh tahu, dengan sangat detail, apa itu mencintai dia yang tidak pantas di cintai. saat di mana kau memberikan segala apa yang kamu punya pada orang yang salah, dan saya mengalami itu dua kali. tak cukup kah sekali bagi saya untuk tersakiti seperti ini? tak cukup pintarkah saya untuk mencari jalan yang lain agar tidak terjerumus dalam lubang yang sama, dan pada kenyataannya saya malah terjatuh (lagi) pada lubang itu? ya, saya memang tidak pintar. tapi please deh, siapa sih yang bisa mengatur mau jatuh cinta pada siapa, jangan jatuh cinta pada orang itu tapi jatuh cintalah pada orang yang ini? siapa yang bisa mengatur benda yang bernama 'hati'?
saya dulu pernah terjatuh, terpuruk sekian lama, lupa caranya bangkit berdiri, lupa caranya tersenyum, lupa caranya menghadapi dunia, dan kemudian datanglah dia. dia yang saya pikir ma(mp)u membantu saya bangkit, dia yang saya pikir siap membuat saya kembali tersenyum, dia yang saya pikir siap bisa menjadi tameng saya menghadapi dunia.. kamu pasti heran kenapa saya selalu menggunakan kata 'saya pikir' dan sekarang saya akan memberitahumu satu bagian paling menyakitkan dari cerita ini. dia yang saya pikir sesempurna itu, malah yang kembali membawa saya ke keterpurukan yang sama. ya, saya sebelumnya memang (sudah) percaya dengannya. percaya bahwa dia adalah orang yang tepat, percaya bahwa dunia dan segala masalahnya akan menjadi kecil saat kami berdua siap bergandengan bersama dan menghadapi semuanya berdua, tapi, (lagi-lagi) saya salah.
jangan salahkan saya kalau setelah semua kejadian ini saya jadi sulit percaya pada orang, terlebih pada cinta. karena dia yang sudah berjanji pada saya pun masih sangat berani untuk tidak menepatinya. jangan salahkan saya kalau setelah semua ini saya jadi sakratis, tidak percaya pada semua cinta dan saya berubah menjadi dingin. hey dude, di sakiti berulang kali akan membuatmu tidak lagi percaya akan cinta, atau yang paling parah, mati rasa.
dan inilah, inilah yang namanya mencintai dia yang tidak pantas di cintai. sekarang saya hanya mau dan harus percaya, bahwa saya benar-benar akan menemukan orang yang tepat suatu hari nanti. orang yang sangat sesuai dengan deskripsi saya tentang pria yang pantas di cintai.
p.s: dan saat saya menulis post ini pun, saya masih bisa mengingat dengan jelas janji apa saja yang kau berikan untuk saya. dan saya menulis ini kemarin, ketika saya masih mencintai dan menaruh harapan besar padamu.
saya dulu pernah terjatuh, terpuruk sekian lama, lupa caranya bangkit berdiri, lupa caranya tersenyum, lupa caranya menghadapi dunia, dan kemudian datanglah dia. dia yang saya pikir ma(mp)u membantu saya bangkit, dia yang saya pikir siap membuat saya kembali tersenyum, dia yang saya pikir siap bisa menjadi tameng saya menghadapi dunia.. kamu pasti heran kenapa saya selalu menggunakan kata 'saya pikir' dan sekarang saya akan memberitahumu satu bagian paling menyakitkan dari cerita ini. dia yang saya pikir sesempurna itu, malah yang kembali membawa saya ke keterpurukan yang sama. ya, saya sebelumnya memang (sudah) percaya dengannya. percaya bahwa dia adalah orang yang tepat, percaya bahwa dunia dan segala masalahnya akan menjadi kecil saat kami berdua siap bergandengan bersama dan menghadapi semuanya berdua, tapi, (lagi-lagi) saya salah.
jangan salahkan saya kalau setelah semua kejadian ini saya jadi sulit percaya pada orang, terlebih pada cinta. karena dia yang sudah berjanji pada saya pun masih sangat berani untuk tidak menepatinya. jangan salahkan saya kalau setelah semua ini saya jadi sakratis, tidak percaya pada semua cinta dan saya berubah menjadi dingin. hey dude, di sakiti berulang kali akan membuatmu tidak lagi percaya akan cinta, atau yang paling parah, mati rasa.
dan inilah, inilah yang namanya mencintai dia yang tidak pantas di cintai. sekarang saya hanya mau dan harus percaya, bahwa saya benar-benar akan menemukan orang yang tepat suatu hari nanti. orang yang sangat sesuai dengan deskripsi saya tentang pria yang pantas di cintai.
p.s: dan saat saya menulis post ini pun, saya masih bisa mengingat dengan jelas janji apa saja yang kau berikan untuk saya. dan saya menulis ini kemarin, ketika saya masih mencintai dan menaruh harapan besar padamu.
Selasa, 27 November 2012
bertahan
kau tahu pasti apa yang membuatku bertahan sejauh ini. kaulah alasan utamanya. kaulah penyebabnya. lalu aku bisa apa saat nyatanya kau mulai menyerah? kemana semua janji yang kamu ucapkan dulu? kemana semua kata-kata manis saat kau jelas berkoar di hadapanku bahwa kau akan menungguku menyelesaikan semua apapun yang menjadi kewajibanku, dan kemudian kita melangkah bersama, saling bergenggaman menuju masa depan yang lebih pasti?
kau tahu pasti apa-apa yang berbeda dari kita. kau sudah bisa menggenggam pasti masa depanmu yang lebih baik, sedangkan aku baru saja memulai untuk mencari jati diri. masih butuh bertahun lagi bagiku untuk mencapai titik yang sama sepertimu. dan janjimu. kau mau menungguku. kau masih ingat? atau janji itu hanya kau ucapkan untuk membuatku gembira sesaat saja? apa janji itu kau ucapkan hanya untuk membungkam mulut cerewetku yang tidak pernah berhenti meminta padamu?
apakah ini cinta namanya, saat hanya ada satu pihak yang berusaha mempertahankan segalanya, sedangkan pihak lainnya jelas menganggap sepele dan tidak memperdulikannya?
kau tahu pasti, senyum tulusmu saat memberiku semangat yang jelas-jelas bisa membuatku bertahan sejauh ini. hey kamu. sebegitu sulitnya kah membuatku tetap bersemangat untuk menepati apa-apa yang sudah kita janjikan bersama? hey kamu. bisakah memberiku alasan mengapa kamu menyerah? hey kamu, bisakah kamu memberiku alasan mengapa kamu berubah menjadi seperti tidak mengenalku lagi, seakan aku bukanlah bagian penting dalam hidupmu?
kau mau berhenti, dan menghancurkan tembok yang sudah kita susun bersama untuk bertahan?
ah, kau menyakitiku.
kau tahu pasti apa-apa yang berbeda dari kita. kau sudah bisa menggenggam pasti masa depanmu yang lebih baik, sedangkan aku baru saja memulai untuk mencari jati diri. masih butuh bertahun lagi bagiku untuk mencapai titik yang sama sepertimu. dan janjimu. kau mau menungguku. kau masih ingat? atau janji itu hanya kau ucapkan untuk membuatku gembira sesaat saja? apa janji itu kau ucapkan hanya untuk membungkam mulut cerewetku yang tidak pernah berhenti meminta padamu?
apakah ini cinta namanya, saat hanya ada satu pihak yang berusaha mempertahankan segalanya, sedangkan pihak lainnya jelas menganggap sepele dan tidak memperdulikannya?
kau tahu pasti, senyum tulusmu saat memberiku semangat yang jelas-jelas bisa membuatku bertahan sejauh ini. hey kamu. sebegitu sulitnya kah membuatku tetap bersemangat untuk menepati apa-apa yang sudah kita janjikan bersama? hey kamu. bisakah memberiku alasan mengapa kamu menyerah? hey kamu, bisakah kamu memberiku alasan mengapa kamu berubah menjadi seperti tidak mengenalku lagi, seakan aku bukanlah bagian penting dalam hidupmu?
kau mau berhenti, dan menghancurkan tembok yang sudah kita susun bersama untuk bertahan?
ah, kau menyakitiku.
Langganan:
Postingan (Atom)