Someone from my childhood that still be someone important for me till now is Rossa. Dari awal, dia sudah sukses membuat saya mabuk. Pertama kali dengar nada-nada cinta, dan saya langsung sukses masuk perangkap.
Punya kesempatan dekat dengan beliau, hingga berujung selalu dapat ucapan ultah beberapa tahun belakangan. Tapi, tahun ini, beda.......
Sampai pukul 11 malam, saya galau habis-habisan karna teteh sama sekali belum ngucapin. Saking galaunya, saya main 2048 dan sukses memecahkan rekor tembus ke 2048 setelah selama ini gagal terus. Dan saat pukul 12, berlalulah sudah 30 Juli dan saya berfikir "ah sudahlah. Toh besok saya bisa bertemu beliau dan menyaksikan beliau bernyanyi"
Keesokan harinya, pergilah saya ke tempat acara. Bertemu dengan mas ponco, dan langsung disuruh untuk tunggu teteh di luar saja sampai teteh masuk untuk nyanyi.
Setelah menunggu, begitu melihat teteh keluar dari lift, saya langsung tau ada yang tidak beres. Matanya, nampak berbeda. Langsung berkata dalam hati, "aduh, teteh sakit". Dan, benar saja. Saya menghampiri dia untuk cipika cipiki (dia membisikan selamat ulang tahun) dan merasakan hangat suhu badannya. Dia langsung berkata "cynn aku demam" dan saya lantas berkata "iya.. anget pipinya"
Kemudian menunggu saat dia menyanyi, teteh memesan teh hangat. Menyesapnya perlahan. Tangan dan kaki saya sudah lemes habis-habisan. Denger dia sakit saja tangan saya sudah gemeteran. Apalagi melihat dia sakit di depan mata. Raut wajahnya menunjukkan dengan jelas kondisi dia.
Selesai acara, saya sudah menunggu di depan lift untuk ikut beliau naik ke atas. Sampai di atas, kami berfoto bersama. Kemudian kak mutia bilang "teteh kok lupa sih, ngasih ucapan ke cyn" dan teteh dengan muka syok bilang "haaahh? Kamu itu aku ucapin paling pertama, cyn. Panjang twitnya. Aku diem aja karna aku pikir aku uda ucapin.." dan aku dengan wajah sedih cuma bisa bilang "serius teh? Ya ampun.. aku sudah galau-galau padahal"
Dan sampai kami masuk ke kamar beliau untuk saya minta tanda tangan, dia masih saja berkata "ih serius cyn, aku tulis panjaaang. Dear cyn, semoga panjang umur sehat gitu2.. aku malah ngucapin pertama buat kamu" dan saya cuma bisa bilang "iyaa teteh gapapa.. udah ketemu kok. Lebih seneng diucapin langsung"
Dan beliau memilih menuliskan lagi selamat ulang tahun di CD yang saya berikan ke beliau. Lalu saya bilang "tuh, aku bawain Glam" trus dia kesenengan donggg ((:
Kemudian saya pamit pulang "teteh saya pulang ya.. makasih, istirahat yaa.." dan beliau tetepp bilang "kasiannyaaa anak orang ga di ucapin.. iyaa nanti ketemu lagi ya.."
Setelah semalam saya berfikir ini worst birthday ever, hari ini dia membuatnya menjadi best birthday ever. Thank you so much. You can't ever imagine how much i love you.
tak selalu tentang warna. karena hidup, lebih banyak mengajarkan kepadamu tentang hitam putih.
Kamis, 31 Juli 2014
Rabu, 30 Juli 2014
Kamu Yang Di Negeri Jiran
Hae dosen kesayangan akoh yang ada di negeri jiran.
Maaf lahir batin. See you in few days.
Jangan kangen, ya. Cuma aku yang boleh kangen.
Post ini ikut-ikutan 30 Days Writing Challenge nya @TekoAjib day 16.
Maaf lahir batin. See you in few days.
Post ini ikut-ikutan 30 Days Writing Challenge nya @TekoAjib day 16.
Selasa, 29 Juli 2014
Miss my old friends
sebenarnya, tepat sekarang, saya tidak punya seseorang yang sangat sangat saya rindukan. tapi, saya rindu, teman-teman SMA saya. mereka, yang membuat rasa 3 tahun di SMA berlalu secepat kilat. Mereka, yang membuat warna warni hari saya sudah tidak terdeteksi lagi berwarna apa karena terlalu campur aduk.
bersama mereka, tidak pernah ada kata gila. karena memang kami semua sudah gila, jadi apapun yang kami lakukan pun hal-hal gila.
bersama mereka, jam belajar 7 pagi sampai pukul 2 berlanjut lagi bimbingan belajar sampai jam 7 malam tidak pernah melelahkan untuk saya.
bersama, kami menertawakan hidup. menertawakan waktu yang begitu angkuh, tidak mau berhenti barang sekejap saja, duduk berbincang dengan kami. menertawakan bumi, yang terus berputar tidak pernah berhenti, tidak memberi kami waktu lebih, membuat kami begitu memanfaatkan waktu yang ada.
bersama, menertawakan nasib. menertawakan kertas hasil ujian bernilai 3 atau 4. tidak menyesal sedikitpun. untuk waktu belajar yang kami korupsi untuk mengunjungi mall, makan dan menonton film. untuk kebohongan kebohongan pada orang tua sekedar ijin untuk keluar rumah. untuk waktu mengejarkan tugas kelompok yang malah kita habiskan untuk membuat roti goreng mentega yang gagal total.
dan meringis bersama, untuk perpisahan yang begitu cepat. harus kita hadapi. untuk kerenggangan dan keretakan persahabatan. untuk masa depan yang harus kita kejar masing-masing.
dear Seplis, Efi, Andini, Dion, Fanny.. i miss you all.. kapan kita kumpul lagi?
post ini ikut-ikutan 30 Days Writing Challenge nya @TekoAjib day 15
bersama mereka, tidak pernah ada kata gila. karena memang kami semua sudah gila, jadi apapun yang kami lakukan pun hal-hal gila.
bersama mereka, jam belajar 7 pagi sampai pukul 2 berlanjut lagi bimbingan belajar sampai jam 7 malam tidak pernah melelahkan untuk saya.
bersama, kami menertawakan hidup. menertawakan waktu yang begitu angkuh, tidak mau berhenti barang sekejap saja, duduk berbincang dengan kami. menertawakan bumi, yang terus berputar tidak pernah berhenti, tidak memberi kami waktu lebih, membuat kami begitu memanfaatkan waktu yang ada.
bersama, menertawakan nasib. menertawakan kertas hasil ujian bernilai 3 atau 4. tidak menyesal sedikitpun. untuk waktu belajar yang kami korupsi untuk mengunjungi mall, makan dan menonton film. untuk kebohongan kebohongan pada orang tua sekedar ijin untuk keluar rumah. untuk waktu mengejarkan tugas kelompok yang malah kita habiskan untuk membuat roti goreng mentega yang gagal total.
dan meringis bersama, untuk perpisahan yang begitu cepat. harus kita hadapi. untuk kerenggangan dan keretakan persahabatan. untuk masa depan yang harus kita kejar masing-masing.
dear Seplis, Efi, Andini, Dion, Fanny.. i miss you all.. kapan kita kumpul lagi?
post ini ikut-ikutan 30 Days Writing Challenge nya @TekoAjib day 15
Minggu, 27 Juli 2014
Tidakkah kamu lelah?
Sudah berapa lama kamu mencoba? Tidakkah kamu lelah?
Sungguh, dari sekian banyak kemungkinan alasan saya menolak kamu, saya tidak bisa menyebutkan satu alasan pun. Kamu, sungguhlah baik. Tapi, entah mengapa seperti ada yang tidak pas. Mungkin saya yang terlalu angkuh untuk menerima kamu.
Sejak awal kedatangan saya ke kampus, kamu sudah selalu berusaha merebut perhatian saya. Sebut saja saya terlalu percaya diri atau apalah. Tapi, 2 tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk saya menyadari kamu menyukai saya.
Sudah berapa lama kamu mencoba? Dan saya, tetap segunung es. Diam, berdiri memandang kamu tanpa sedikitpun mengijinkan kamu mengetuk pintu itu. Saya biarkan kamu berdiri di depannya, tanpa membiarkanmu menyentuhnya apalagi memasukinya.
Maaf, tapi sungguh. Kunci itu telah saya simpan untuk orang lain.
2 tahun, dan saya selalu saya mencoba menjauhkan kamu dari kehidupan saya. Dan kamu, dengan segala kegigihanmu tetap saja mencoba.
Sudah, ya? Bukankah kau sudah menyerah? Kurang lamakah 2 tahun untuk kamu sadar, saya tidak akan bisa menaruh rasa suka padamu? You deserve better. Cari perempuan lain, yang tidak sebodoh saya. Yang bisa menerima kamu. Karena sungguh, saya bisa merasakan cinta kamu yang besar itu. Jangan sia-siakan untuk orang seperti saya.
Sudah, ya? Kamu pasti lelah. Temukan dia yang mau menerima kamu apa adanya. Dan biarkan saya tetap menyimpan kunci itu.
Sungguh, dari sekian banyak kemungkinan alasan saya menolak kamu, saya tidak bisa menyebutkan satu alasan pun. Kamu, sungguhlah baik. Tapi, entah mengapa seperti ada yang tidak pas. Mungkin saya yang terlalu angkuh untuk menerima kamu.
Sejak awal kedatangan saya ke kampus, kamu sudah selalu berusaha merebut perhatian saya. Sebut saja saya terlalu percaya diri atau apalah. Tapi, 2 tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk saya menyadari kamu menyukai saya.
Sudah berapa lama kamu mencoba? Dan saya, tetap segunung es. Diam, berdiri memandang kamu tanpa sedikitpun mengijinkan kamu mengetuk pintu itu. Saya biarkan kamu berdiri di depannya, tanpa membiarkanmu menyentuhnya apalagi memasukinya.
Maaf, tapi sungguh. Kunci itu telah saya simpan untuk orang lain.
2 tahun, dan saya selalu saya mencoba menjauhkan kamu dari kehidupan saya. Dan kamu, dengan segala kegigihanmu tetap saja mencoba.
Sudah, ya? Bukankah kau sudah menyerah? Kurang lamakah 2 tahun untuk kamu sadar, saya tidak akan bisa menaruh rasa suka padamu? You deserve better. Cari perempuan lain, yang tidak sebodoh saya. Yang bisa menerima kamu. Karena sungguh, saya bisa merasakan cinta kamu yang besar itu. Jangan sia-siakan untuk orang seperti saya.
Sudah, ya? Kamu pasti lelah. Temukan dia yang mau menerima kamu apa adanya. Dan biarkan saya tetap menyimpan kunci itu.
Jumat, 25 Juli 2014
saya minta maaf, ya?
Saya pernah merasakan cinta. Pernah merasakan sayang. Tapi sungguh, kali ini beda adanya. Kamu sempurna menghipnotis saya. Dengan kepintaran dan kesederhaan kamu. Dengan sifat dan kelakuan kamu. Dengan bagaimana cara kamu memandang hidup.
Saya minta maaf, ya?
Maaf karna sudah berani-beraninya menaruh rasa suka dan rasa kagum kepadamu. Maaf karena tidak sadar diri, siapalah saya ini berani-beraninya menyukai kamu. Maaf karena, meski saya tau benar semua tidak mungkin, kepala saya tetap membayangkan skenario yang saya harapkan akan terjadi.
Mantra apa sih yang kamu berikan pada saya? I'm completely under your spell. Kepandaian dan keagungan kamu seperti selalu membuat kepala saya menoleh ke arahmu, seperti sempurna selalu membuat saya mengerahkan segala kemampuan saya untuk menarik dan merebut perhatianmu.
Saya minta maaf, ya?
Karena sungguh, hanya itu yang bisa saya pinta darimu. Saya tidak mungkin meminta perhatianmu. Tidak mungkin meminta utuhnya dirimu. Tidak mungkin meminta sayangmu. Tidak mungkin meminta cintamu.
Saya minta maaf, ya?
Karena hanya membebani pikiran kamu dengan hal-hal tidak penting seperti ini. Karena telah menjadi sekeping debu yang menyalip dan mengganggu mata serta arah pandangmu. Karena telah mengacaukan semuanya. Karena telah menjadi tidak profesional. Karena sungguh, kalau kamu tau mengenai hal ini, semua antara kita akan rusak. Saya jamin itu.
Jadi, saya minta maaf, ya?
Post ini ikut-ikutan 30 Days Writing Challenge nya @TekoAjib day 13.
Saya minta maaf, ya?
Maaf karna sudah berani-beraninya menaruh rasa suka dan rasa kagum kepadamu. Maaf karena tidak sadar diri, siapalah saya ini berani-beraninya menyukai kamu. Maaf karena, meski saya tau benar semua tidak mungkin, kepala saya tetap membayangkan skenario yang saya harapkan akan terjadi.
Mantra apa sih yang kamu berikan pada saya? I'm completely under your spell. Kepandaian dan keagungan kamu seperti selalu membuat kepala saya menoleh ke arahmu, seperti sempurna selalu membuat saya mengerahkan segala kemampuan saya untuk menarik dan merebut perhatianmu.
Saya minta maaf, ya?
Karena sungguh, hanya itu yang bisa saya pinta darimu. Saya tidak mungkin meminta perhatianmu. Tidak mungkin meminta utuhnya dirimu. Tidak mungkin meminta sayangmu. Tidak mungkin meminta cintamu.
Saya minta maaf, ya?
Karena hanya membebani pikiran kamu dengan hal-hal tidak penting seperti ini. Karena telah menjadi sekeping debu yang menyalip dan mengganggu mata serta arah pandangmu. Karena telah mengacaukan semuanya. Karena telah menjadi tidak profesional. Karena sungguh, kalau kamu tau mengenai hal ini, semua antara kita akan rusak. Saya jamin itu.
Jadi, saya minta maaf, ya?
Post ini ikut-ikutan 30 Days Writing Challenge nya @TekoAjib day 13.
Senin, 21 Juli 2014
Saya (tidak) membenci kamu.
Tidak, saya tidak benci kamu. Kalaupun ada orang yang harus dibenci, saya akan membenci diri saya sendiri. Yang begitu mudahnya membuagi waktu saya untuk kamu. Yang hanya bisa membuangnya secara sia-sia.
Tidak, saya tidak benci kamu. Sekarang, setiap melihat kamu, rasanya saya ingin memukul kepala saya sendiri, untuk waktu yang terbuang, untuk perhatian sia-sia, untuk kepercayaan yang begitu mudah saya bagi untuk kamu.
Saya membenci diri saya sendiri, yang begitu mudahnya terjebak dalam permainanmu. Saya benci hati saya, yang begitu cepat percaya.
Dan sampai sekarang, yang belum saya maafkan adalah diri saya sendiri.
There is a lot of pain caused of you. But then i realise, there won't be that much of pain if i didn't put my hope that high.
Kepada kamu, yang dulu begitu mudah datang, dan sama mudahnya pergi, saya tidak membenci kamu. Tidak. Yang saya benci adalah diri saya sendiri.
Post ini ikut-ikutan 30 Days Writing Challenge nya @TekoAjib day 12.
Tidak, saya tidak benci kamu. Sekarang, setiap melihat kamu, rasanya saya ingin memukul kepala saya sendiri, untuk waktu yang terbuang, untuk perhatian sia-sia, untuk kepercayaan yang begitu mudah saya bagi untuk kamu.
Saya membenci diri saya sendiri, yang begitu mudahnya terjebak dalam permainanmu. Saya benci hati saya, yang begitu cepat percaya.
Dan sampai sekarang, yang belum saya maafkan adalah diri saya sendiri.
There is a lot of pain caused of you. But then i realise, there won't be that much of pain if i didn't put my hope that high.
Kepada kamu, yang dulu begitu mudah datang, dan sama mudahnya pergi, saya tidak membenci kamu. Tidak. Yang saya benci adalah diri saya sendiri.
Post ini ikut-ikutan 30 Days Writing Challenge nya @TekoAjib day 12.
Minggu, 20 Juli 2014
My Beloved Grandma who i never knew
Nama lengkap saya Chyntia Christina Darongke. Tidak banyak yang tau nama tengah saya, Christina. Selama ini, saya selalu menulis nama saya hanya Chyntia Darongke, entah mengapa. Seperti kebiasaan saja. Kalaupun saya menulis nama lengkap, akan saya tulis Chyntia Ct. Darongke. Tidak menuliskan Christina secara lengkap. Padahal, Christina itu adalah nama Oma saya. Oma, yang tidak pernah sempat saya kenal.
Saya lupa, saya bisa tau mengenai Christina adalah nama Oma saya dari siapa. Ayah saya, beliau tidak pernah mau berbicara tentang hal ini. Entah mengapa. Samar-samar yang saya tau, profesi Oma saya adalah seorang perawat, sama seperti Ibu saya sekarang. Oma saya, meninggal karna kapal yang tenggelam, dalam sebuah perjalanan yang saya pun tidak tau hendak kemana. Beliau, membungkus dirinya dengan selimut saat tidur, yang tidak memungkinkan beliau bergerak sama sekali. Padahal, beliau adalah perenang handal yang seharusnya sangat bisa menyelamatkan diri kalau kapal tenggelam. Beliau lahir dan besar di kota kecil di Sulawesi Utara yang dikelilingi oleh pantai. Laut, adalah setengah dari kehidupannya.
Sungguh, saya sama sekali tidak ingat siapa yang memberitahu saya hal ini. Tapi, orang ini berkata, "Oma mau, anak perempuan pertama ayahmu bernama sama seperti beliau" Dan sungguhlah, a deceased person that i wish i could talk to is her. Saya ingin tau tentang beliau. Tentang kehidupannya, tentang masa kecil ayah saya, tentang segala sesuatu yang ayah saya selalu simpan rapat tanpa tau penyebabnya. Saya ingin beliau mengajarkan apa-apa yang orang tua saya tidak ajarkan kepada saya. Saya ingin memeluknya, melihat wajahnya, mendengar suaranya..
Oma, yang tenang ya disana.. semoga saya berhasil membuat Oma bangga. Semoga Oma seneng ketemu Tuhan Yesus di surga.. salam sama semuanya ya, aku jagain papa baik-baik.
Post ini ikut-ikutan 30 Days Writing Challenge nya @TekoAjib day 11.
Saya lupa, saya bisa tau mengenai Christina adalah nama Oma saya dari siapa. Ayah saya, beliau tidak pernah mau berbicara tentang hal ini. Entah mengapa. Samar-samar yang saya tau, profesi Oma saya adalah seorang perawat, sama seperti Ibu saya sekarang. Oma saya, meninggal karna kapal yang tenggelam, dalam sebuah perjalanan yang saya pun tidak tau hendak kemana. Beliau, membungkus dirinya dengan selimut saat tidur, yang tidak memungkinkan beliau bergerak sama sekali. Padahal, beliau adalah perenang handal yang seharusnya sangat bisa menyelamatkan diri kalau kapal tenggelam. Beliau lahir dan besar di kota kecil di Sulawesi Utara yang dikelilingi oleh pantai. Laut, adalah setengah dari kehidupannya.
Sungguh, saya sama sekali tidak ingat siapa yang memberitahu saya hal ini. Tapi, orang ini berkata, "Oma mau, anak perempuan pertama ayahmu bernama sama seperti beliau" Dan sungguhlah, a deceased person that i wish i could talk to is her. Saya ingin tau tentang beliau. Tentang kehidupannya, tentang masa kecil ayah saya, tentang segala sesuatu yang ayah saya selalu simpan rapat tanpa tau penyebabnya. Saya ingin beliau mengajarkan apa-apa yang orang tua saya tidak ajarkan kepada saya. Saya ingin memeluknya, melihat wajahnya, mendengar suaranya..
Oma, yang tenang ya disana.. semoga saya berhasil membuat Oma bangga. Semoga Oma seneng ketemu Tuhan Yesus di surga.. salam sama semuanya ya, aku jagain papa baik-baik.
Post ini ikut-ikutan 30 Days Writing Challenge nya @TekoAjib day 11.
Langganan:
Postingan (Atom)