Tema mimpi hari ini, membuat saya berfikir lama, apa yang menjadi mimpi saya? Saya bukan tipe orang yang punya berderet mimpi yang bisa atau tidak untuk segera saya lakukan. Saya hanya punya rencana, yang saya susun dalam sebuah daftar. Dan sisanya berserah pada Tuhan apa yang seterusnya akan terjadi. Kalaupun saya punya mimpi, biasanya hanya saya bayang-bayangkan tanpa pernah saya usahakan akan terwujud. Yep, i'm not that ambitious.
tak selalu tentang warna. karena hidup, lebih banyak mengajarkan kepadamu tentang hitam putih.
Jumat, 11 Juli 2014
Kamis, 10 Juli 2014
Day 4 : Ryanno, my little brother.
Tema hari ini adalah Your Siblings alias saudara. Saya punya 2 saudara. Adik perempuan, dan adik laki-laki yang paling kecil. Saya, anak pertama. Tapi, manjanya juga nomer 1. Hehehe.
Adik perempuan saya, namanya Chantika. Ya begitulah. Sering bertengkar, tapi sering juga kompak, kalau bersekongkol supaya keinginan kami bisa tercapai. Umurnya beda 5 tahun dibawah saya.
Tapi yang mau saya ceritakan lebih banyak adalah adik laki-laki saya. Saya waktu itu kelas 6 SD, waktu saya tau saya akan punya adik lagi. Sempat merasa kesal, dan agak marah. Saya pikir, "punya 1 adik saja sudah harus berebutan kasih sayang dan perhatian dari orang tua saya, apalagi punya 1 adik lagi?"
Tapi kemudian, saat adik laki-laki saya lahir, saya tidak bisa tidak lebih bersyukur. Dia, sangat tampan. Lucu. Dan melihat excited saya, mama dan papa memutuskan saya boleh memberi nama untuk adik saya. Saya sebenernya pengen Ryan saja, tapi kok, rasanya terlalu umum ya. Akhirnya saya beri dia nama Ryanno. Biar beda saja. Toh nama panggilan dia tetap Ryan.
Saya dari dulu selalu ingin punya kakak laki-laki, tanpa pernah berfikir kalau punya adik laki-laki akan sama bahkan lebih menyenangkan. Saya yang punya ego lebih tinggi dari langit, bisa merendahkan diri saya lebih rendah daripada tanah kepada Ryan. Menuruti semua keinginan dia, melindungi dia sekuat yang saya bisa.
Memarahi dia sekeras suara saya bisa saat dia berbuat nakal, menangis paling banyak saat dia sakit atau jatuh terluka. Mencium dia, sampai dia kesal sendiri. Berkelahi dengan dia, dari hal yang paling sederhana seperti berebutan remote control televisi, berteriak ayam siapa yang paling besar saat makan KFC. Selalu memberikan bagian paling bawah dari cone ice cream saya kepada dia, karna saya tahu, itu bagian favorit dia (yang sebenarnya favorit saya juga).
Kata semua keluarga saya, wajah saya waktu kecil, persis seperti wajah Ryan sekarang. Pertama kali saya kuliah dan berjauhan dengan dia, beberapa kali dia terserang sakit (demam, panas, flu, biasanya tanpa alasan yang jelas), dan sembuh atau membaik setelah saya telfon. Kata mama, itu Ryan kangen :')
Saya tidak pernah berfikir akan punya ikatan sedekat ini dengan adik saya. Kami, selalu bertengkar paling sering, tapi juga yang selalu bergandengan tangan berdua saat berjalan di mall, tanpa pernah saling mau melepas.
Dia, Chaesarryanno Manuella Darongke. Adik laki-laki ku. Yang tersayangku.
Post ini ikut-ikutan 30 Days Writing Challenge nya @TekoAjib days 4.
Adik perempuan saya, namanya Chantika. Ya begitulah. Sering bertengkar, tapi sering juga kompak, kalau bersekongkol supaya keinginan kami bisa tercapai. Umurnya beda 5 tahun dibawah saya.
Tapi yang mau saya ceritakan lebih banyak adalah adik laki-laki saya. Saya waktu itu kelas 6 SD, waktu saya tau saya akan punya adik lagi. Sempat merasa kesal, dan agak marah. Saya pikir, "punya 1 adik saja sudah harus berebutan kasih sayang dan perhatian dari orang tua saya, apalagi punya 1 adik lagi?"
Tapi kemudian, saat adik laki-laki saya lahir, saya tidak bisa tidak lebih bersyukur. Dia, sangat tampan. Lucu. Dan melihat excited saya, mama dan papa memutuskan saya boleh memberi nama untuk adik saya. Saya sebenernya pengen Ryan saja, tapi kok, rasanya terlalu umum ya. Akhirnya saya beri dia nama Ryanno. Biar beda saja. Toh nama panggilan dia tetap Ryan.
Saya dari dulu selalu ingin punya kakak laki-laki, tanpa pernah berfikir kalau punya adik laki-laki akan sama bahkan lebih menyenangkan. Saya yang punya ego lebih tinggi dari langit, bisa merendahkan diri saya lebih rendah daripada tanah kepada Ryan. Menuruti semua keinginan dia, melindungi dia sekuat yang saya bisa.
Memarahi dia sekeras suara saya bisa saat dia berbuat nakal, menangis paling banyak saat dia sakit atau jatuh terluka. Mencium dia, sampai dia kesal sendiri. Berkelahi dengan dia, dari hal yang paling sederhana seperti berebutan remote control televisi, berteriak ayam siapa yang paling besar saat makan KFC. Selalu memberikan bagian paling bawah dari cone ice cream saya kepada dia, karna saya tahu, itu bagian favorit dia (yang sebenarnya favorit saya juga).
Kata semua keluarga saya, wajah saya waktu kecil, persis seperti wajah Ryan sekarang. Pertama kali saya kuliah dan berjauhan dengan dia, beberapa kali dia terserang sakit (demam, panas, flu, biasanya tanpa alasan yang jelas), dan sembuh atau membaik setelah saya telfon. Kata mama, itu Ryan kangen :')
Saya tidak pernah berfikir akan punya ikatan sedekat ini dengan adik saya. Kami, selalu bertengkar paling sering, tapi juga yang selalu bergandengan tangan berdua saat berjalan di mall, tanpa pernah saling mau melepas.
Dia, Chaesarryanno Manuella Darongke. Adik laki-laki ku. Yang tersayangku.
Post ini ikut-ikutan 30 Days Writing Challenge nya @TekoAjib days 4.
Selasa, 08 Juli 2014
Day 3 : Karena Baju Baru, Sudah Tak Lagi Berarti
Tema writing challenge hari ini adalah "my parents". Ga banyak yang bisa saya tulis mengenai beliau berdua ini. Mereka adalah manusia biasa, sebiasa-biasanya manusia. Yang paling saya ingat adalah, keduanya, baik papa dan mama, sangat susah untuk berkata tidak kepada saya. Selalu menuruti permintaan saya, atau selalu bisa memperhalus kata tidak yang mereka maksudkan.
Day 2 : Guruku Idolaku
Judul postnya kayak judul ftv? Biarin aja napasik.
Tema hari ini, "my crush" alias gebetan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gebetan adalah calon pacar atau seseorang yang lagi dideketin untuk dijadikan pacar. Sempet bengong. Siapaaa yang mau aku jadiin objek nulis hari ini. Sampai akhirnya.....
Tema hari ini, "my crush" alias gebetan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gebetan adalah calon pacar atau seseorang yang lagi dideketin untuk dijadikan pacar. Sempet bengong. Siapaaa yang mau aku jadiin objek nulis hari ini. Sampai akhirnya.....
Senin, 07 Juli 2014
Day 1 : See you on top, My Best Friends.
Jujur, saya bukan tipe orang yang mudah berteman. Apalagi melabeli seseorang dengan sebutan "best friend". It's hard for me. Sahabat saya bisa dihitung dengan jari. Tapi, izinkan saya menceritakan sedikit tentang mereka di sini.
Minggu, 22 Juni 2014
Hap.
Hap. Saya kembali membuang-buang tenaga dan kepercayaan saya pada orang yang salah. Sudah sekian kali ditipu dan dipermainkan kepercayaannya sama orang, bukannya kapok, cincet ini masih saja terlalu mudah percaya sama orang.
Ada yang mau buka kursus bagaimana membaca apakah orang itu serius atau tidak? Gih, cincet mau daftar. Seperti yang sudah saya bilang, berkali-kali saja diperlakukan dengan cara yang sama, dan saya masih saja selalu tertipu. Dipermainkan.
Semurah itukah kepercayaan saya? Segampang itukah saya membuang tenaga saya?
Anggap saja saya ini "Miss Pure of Heart". Perempuan yang hatinya terlalu polos dan malah menjadi begitu mudah diselipi berbagai kata manis yang membuat saya percaya, kemudian saya ditinggal begitu saya. (bukannya sombong atau apa ya.sini yang bilang saya sombong saya golok sini)
Saya tidak percaya ada yang tega seperti ini kepada saya. Betapa saya ingin berpikir bahwa semua itu bohong. Betapa ingin saya menipu diri saya sendiri dan berkata semua baik-baik saja.
Ah, saya benci kamu.
Ataukah hati dan otak ini diformalinkan saja sekalian? Supaya tidak begitu mudahnya percaya dengan orang.Ada yang tau dimana bisa membeli formalin yang layak minum?
Ada yang mau buka kursus bagaimana membaca apakah orang itu serius atau tidak? Gih, cincet mau daftar. Seperti yang sudah saya bilang, berkali-kali saja diperlakukan dengan cara yang sama, dan saya masih saja selalu tertipu. Dipermainkan.
Semurah itukah kepercayaan saya? Segampang itukah saya membuang tenaga saya?
Anggap saja saya ini "Miss Pure of Heart". Perempuan yang hatinya terlalu polos dan malah menjadi begitu mudah diselipi berbagai kata manis yang membuat saya percaya, kemudian saya ditinggal begitu saya. (bukannya sombong atau apa ya.
Saya tidak percaya ada yang tega seperti ini kepada saya. Betapa saya ingin berpikir bahwa semua itu bohong. Betapa ingin saya menipu diri saya sendiri dan berkata semua baik-baik saja.
Ah, saya benci kamu.
Ataukah hati dan otak ini diformalinkan saja sekalian? Supaya tidak begitu mudahnya percaya dengan orang.
Jumat, 20 Juni 2014
Dia.
Ku rapikan kembali lipatan kusut di ujung gaunku. Malam ini, aku dan Dio akan merayakan ke 3 tahunnya hubungan kami. 3 tahun sungguhlah bukan waktu yang sebentar untuk sebuah hubungan. Ibaratnya, waktu 3 tahun sudah cukup bagi kami untuk mengenal satu sama lain.
Langganan:
Postingan (Atom)